Toyota Siap Produksi Hybrid Lagi

Toyota Siap Produksi Hybrid Lagi

- detikOto
Jumat, 25 Mar 2011 10:49 WIB
Toyota Siap Produksi Hybrid Lagi
Tokyo - Setelah sebelumnya ditutup akibat gempa dan tsunami yang melanda Jepang, Toyota akhirnya akan memulai kembali produksi mobil hybrid mereka. Toyota Prius, Lexus HS250h dan CT200h siap diproduksi lagi.

Menurut juru bicara Toyota, Shiori Hashimotor, produksi ketiga mobil dual mesin itu akan dilakukan di pabrik yang berada di Tsutsumi dan Kyushu pada hari Senin 28 Maret 2011 mendatang.

Toyota sendiri memiliki 18 pabrik di seluruh Jepang yang memproduksi mobil bermerek Toyota dan Lexus yang terpaksa tutup akibat tsunami dan gempa. Karena penutupan itu, Toyota tidak jadi memproduksi 140 ribu mobil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan terus memantau ketersediaan parts suku cadang secara hati-hati untuk menentukan durasi produksi," katanya seperti detikOto kutip dari Reuters, Jumat (24/3/2011).

Namun hal tidak mengenakkan dialami Honda Motor Co. Perusahaan otomotif nomor tiga terbesar di Jepang ini terpaksa harus kembali menunda pembukaan pabriknya setidaknya sampai 3 April mendatang. Itu pun masih tergantung pada kesediaan suku cadang dan listrik.

Sementara Suzuki Motor Corp mengatakan tiga pabrik perakitannya di Jepang akan tetap ditutup setidaknya sampai pekan ini berakhir.

Mazda selama ini sudah melakukan produksi di pabrik Hiroshima dan Hofu pada 22 Maret 2011. Pabrik untuk sementara bisa ini memproduksi suku cadang pengganti untuk mobil-mobil di luar Jepang. Mazda akan kembali melakukan suspensi pabrik Hofu pada 28 Maret nanti.

Masalah yang dihadapi oleh pabrikan Jepang bukan soal pabrik yang tutup saja. Sebab beberapa kapal dagang mungkin menghindari pelabuhan Tokyo karena kekhawatiran terkena paparan radiasi dari pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima yang bocor.

Padahal pelabuhan Tokyo adalah pelabuhan terbesar keempat di Jepang. Pelabuhan ini tahun lalu menangani muatan hingga 145 juta ton. Ketakutan para pemilik kapal ini tentu menambah rumit situasi industri di Jepang.




(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads