Perusahaan lokal Heng Development Co. dan perusahaan Hong Kong-Chau Leong Enterprise baru saja menandatangani kesepakatan joint venture untuk membangun pabrik manufaktur mobil bertenaga listrik bermerek 'Angkor' di Kamboja.
Tidak tanggung-tanggung, dana sebesar US$ 20 juta atau sekitar Rp 174,3 miliar pun siap dikucurkan untuk melahirkan mobil nasional canggih dari negara kecil di Asia Tenggara ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila proyek ini sukses, Kamboja diprediksi akan menjadi salah satu pemain yang patut diperhitungkan di ASEAN. Masa depan pabrik ini pun akan membawa Kamboja satu tahap lebih maju.
"Kami berharap pemerintah akan sepenuhnya mendukung kami dalam produksi mobil karena akan memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan," ungkap Li Yue Liang, Direktur Jenderal Hong Kong-Chau Leong Enterprise. "Apalagi mobil bertenaga listrik akan ramah lingkungan," imbuhnya lagi.
Sekretaris Kementrian Perindustrian, Tambang dan Energi Kamboja, Engan Praing juga mengatakan bahwa selain menumbuhkan asa bagi masa depan Kamboja, pabrik mobil baru ini juga akan membawa transfer teknologi dari teknisi China ke teknisi lokal.
Namun begitu, belum diketahui spesifikasi yang rinci mengenai mobil nasional Kamboja yang dirancang oleh orang Kamboja sendiri yang bernama Nhean Phaloek ini.
"Ini akan menjadi pabrik mobil pertama di Kamboja. Mobil-mobil bertenaga listrik akan membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada penggunaan minyak," tutupnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih