Tuding Karyawan Mata-mata, Ghosn Dituntut Mundur

Tuding Karyawan Mata-mata, Ghosn Dituntut Mundur

- detikOto
Jumat, 18 Mar 2011 18:21 WIB
Tuding Karyawan Mata-mata, Ghosn Dituntut Mundur
Jakarta - Meski sudah meminta maaf karena telah menuduh karyawannya membocorkan rahasia, CEO Renault Carlos Ghosn tetap ditekan untuk mundur dari jabatannya. Desakan itu diungkapkan baik oleh pemerintah Prancis maupun partai sosialis.

Pemimpin Partai Sosialis Martine Aubry mengatakan kalau Ghosn harus bertanggung jawab terhadap 'bencana' yang melanda Perancis sejak berita tentang pemecatan eksekutif pecah pada bulan Januari.

"Ketika seorang karyawan melakukan kesalahan dalam suatu perusahaan, ia tidak perlu minta maaf - dia keluar," ungkapnya pada sebuah radio di Prancis dandikutip Reuters, Jumat (18/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu juru bicara pemerintah Francois Baroin juga mengecam langkah Renault dalam menangani hal itu. Bukan apa-apa, pemerintah Prancis memiliki 15 persen saham Renault yang membuatnya perlu mengambil tindakan atas kesalahan Ghosn itu.

"Kita harus mengambil semua konsekuensi dari amatirisme luar biasa, dan penghinaan, dan serangan terhadap orang-orang," kata Baroin televisi LCI.

Carlos Ghosn dan tangan kanannya, Chief Operating Officer Patrick Pelata sendiri meminta maaf kepada 3 karyawan top Renault yakni Bertrand Rochette, Matthieu Tenenbaum dan Michel Balthazard yang dituding menjadi mata-mata yang membocorkan rahasia ke perusahaan lain.

Ghosn pun berjanji akan memulihkan nama baik ketiganya yang sudah dipecat dari Renault pada bulan Januari lalu. Dan menawarkan untuk kembali membuat para manajer tersebut kembali bekerja di Renault. Tentunya dengan kompensasi yang sepadan.

Namun Bertrand Rochette yang merupakan salah satu dari tiga orang salah pecat itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia belum dihubungi oleh Ghosn, baik secara langsung atau melalui pengacaranya.

COO Renault, Pelata sendiri langsung mengajukan pengunduran diri kepada Ghosn dalam rapat direksi Renault pada Senin malam. Namun Ghosn menolaknya karena dia "tidak ingin menambahkan satu krisis dengan krisis yang lain."

Kasus ini sempat membuat hubungan Prancis dan China agak panas setelah sumber di pemerintah Prancis menemukan kemungkinan kalau informasi mobil listrik itu dicuri oleh China. China pun merasa kecewa padahal penyelidikan belum secara formal dimulai.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads