Pemimpin Partai Sosialis Martine Aubry mengatakan kalau Ghosn harus bertanggung jawab terhadap 'bencana' yang melanda Perancis sejak berita tentang pemecatan eksekutif pecah pada bulan Januari.
"Ketika seorang karyawan melakukan kesalahan dalam suatu perusahaan, ia tidak perlu minta maaf - dia keluar," ungkapnya pada sebuah radio di Prancis dandikutip Reuters, Jumat (18/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus mengambil semua konsekuensi dari amatirisme luar biasa, dan penghinaan, dan serangan terhadap orang-orang," kata Baroin televisi LCI.
Carlos Ghosn dan tangan kanannya, Chief Operating Officer Patrick Pelata sendiri meminta maaf kepada 3 karyawan top Renault yakni Bertrand Rochette, Matthieu Tenenbaum dan Michel Balthazard yang dituding menjadi mata-mata yang membocorkan rahasia ke perusahaan lain.
Ghosn pun berjanji akan memulihkan nama baik ketiganya yang sudah dipecat dari Renault pada bulan Januari lalu. Dan menawarkan untuk kembali membuat para manajer tersebut kembali bekerja di Renault. Tentunya dengan kompensasi yang sepadan.
Namun Bertrand Rochette yang merupakan salah satu dari tiga orang salah pecat itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia belum dihubungi oleh Ghosn, baik secara langsung atau melalui pengacaranya.
COO Renault, Pelata sendiri langsung mengajukan pengunduran diri kepada Ghosn dalam rapat direksi Renault pada Senin malam. Namun Ghosn menolaknya karena dia "tidak ingin menambahkan satu krisis dengan krisis yang lain."
Kasus ini sempat membuat hubungan Prancis dan China agak panas setelah sumber di pemerintah Prancis menemukan kemungkinan kalau informasi mobil listrik itu dicuri oleh China. China pun merasa kecewa padahal penyelidikan belum secara formal dimulai.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Kenapa SIM Mati Telat Sehari Harus Bikin Baru?
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Sudah Ditolak tapi BGN Bisa Beli Motor Listrik? Purbaya Akui Kebobolan