Seperti dilansir situs resmi Toyota, Senin (14/3/2011), Toyota memutuskan untuk menghentikan sementara semua pabrik Toyota Motor Corporation, begitu pula dengan semua pabrik milik anak perusahaan seperti Central Motors, dan Kanto Auto.
Ada sekitar 12 pabrik domestik milik Toyota di Jepang yang dihentikan operasinya sementara. Toyota pun menyiapkan dana sekitar 300 juta yen untuk upaya pemulihan gempa dan tsunami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1.300 unit mobil yang siap dikirim ke AS di pelabuhan Hitachi mengalami kerusakan. Begitu pula 1.000 mobil yang disimpan di Miyagi Service Center tersapu tsunami.
Semua produksi di pabrik Oppama, Yokohama, Tochigi, Iwaki, Kyushu (Kanda Town, Fukuoka Prefecture) akan dihentikan sementara. Nissan seperti dilansir situs resminya belum memutuskan apakah akan membuka pabrik pada Selasa besok.
Meski pabrik ditutup, pusat operasi global Nissan di Yokohama tetap beroperasi. Nissan bahkan membuka fasilitas di kantor pusat tersebut untuk umum pada Jumat 11 Maret 2011 malam hari. 150 warga Jepang yang berlindung dari gempa dan tsunami ditampung di sana.
Saham Pabrikan Jepang Melorot
Dari pasar saham, investor langsung beraksi negatif dengan penutupan pabrik karena gempa itu. Saham industri otomotif Jepang langsung turun lebih dari 10 persen dalam perdagangan di Senin.
Saham Toyota turun 10,43 persen menjadi 3.220 yen, sedangkan rivalnya Nissan turun 10,77 persen pada 712 yen dan Honda turun 7,70 persen pada 3.055 yen.
(ddn/ddn)













































Komentar Terbanyak
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!