Assistant General Manager Technical Support PT Yamaha Motor Kencana Indonesia Muhammad Abidin mengatakan kalau keiritan Lexam sama dengan motor-motor matik yang ada sekarang dan malah bisa lebih irit lagi karena desain bebek yang diusungnya jauh elebih dinamis dibanding desain skutik kebanyakan.
"Konsumsi bahan bakar Lexam sama saja dengan mesin matik yang ada sekarang. 35-40 km per liter," ujarnya di dalam peluncuran Lexam di Cilandak Town Square, Jakarta, Minggu (20/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu teknologi yang diusung motor ini menurut Abidin juga sudah sangat maju dan membuat motor ini semakin irit. Teknologi YCAT (Yamaha Compact Automatic Transmission) yang disematkan di dapur pacu Lexam diklaim membuat mesin berkapasitas 113,7 cc menjadi tahan lama, minim getaran dan suara yang lebih halus.
V-Belt Lexam menurut Abidin juga sudah dirancang dengan memberi kandungan plastik resin pilihan yang membuatnya lebih kuat terhadap panas, tidak cepat aus dan tahan hingga 100.000 km.
"Silinder bodi Lexam mirip dengan Jupiter Z 113 cc. Jadi keiritannya juga mirip," tandasnya.
Tapi ketika detikOto mencoba motor ini dari Cilandak Town Square ke Monas lalu kembali lagi ke Cilandak Town Squre, jarum penunjuk kapasitas bensin yang tadinya berada di posisi F (Full) sudah jauh berkurang menjadi di posisi tengah.
Padahal menurut Patwal yang mengawal perjalanan, jarak antara Citos-Monas PP hanyalah sekitar 30 km saja. Tangki bensin Lexam sendiri sanggup menampung 4,1 liter bensin.
"Kalau keiritan jalan di jalanan. Itu kan tergantung dari karakter pengendara," elaknya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?