BBM Murah Salah Satu Penyebab Kemacetan Jakarta

BBM Murah Salah Satu Penyebab Kemacetan Jakarta

- detikOto
Minggu, 13 Feb 2011 20:34 WIB
BBM Murah Salah Satu Penyebab Kemacetan Jakarta
Jakarta - Kemacetan yang melanda Jakarta merupakan momok tersendiri bagi para pengguna kendaraan. Berbagai faktor menjadi penyebabnya. Faktor murahnya harga bahan bakar dianggap juga memiliki andil menambah tingkat kemacetan jalan.

"Kemacetan salah satu penyebabnya harga BBM murah. Jadinya boros. Padahal kita masih impor," ungkap Direktur Hilir Migas Kementrian ESDM, Saryono Hadiwidjoyo di diskusi bertajuk 'Siapa Takut Pakai Pertamax' di Mal Taman Anggrek, Jakarta, Minggu (13/2/2011).

"Karena harga BBM murah, orang jadi berbondong-bondong beli mobil dan terus menggunakannya. Mereka pede, karena meski menghabiskan banyak bensin toh mereka pikir harga BBM murah," tandasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini harga BBM termasuk sangat murah di Indonesia, dibanding negara lain, BBM di Indonesia merupakan yang termurah.

Harga BBM di Inggris mencapai sekitar Rp 18.000, di Singapura Rp 12.000-Rp13.000, Thailand Rp 11.000, Vietnam Rp 9.000 per liternya. "Jadi di Indonesia tergolong sangat murah," ujarnya.

Masyarakat menurutnya harus sadar kalau subsidi tidak bisa selamanya diteruskan karena saat ini subsidi BBM yang harusnya diperuntukan untuk masyarakat kurang mampu dianggap sudah tidak tepat sasaran.

Ada tiga faktor kenapa subsidi dilakukan yakni tepat sasaran, berkeadilan dan bertahap. Sekarang subsidi yang diberikan itu menurut Saryono tidak memenuhi faktor tepat sasaran dan berkeadilan, karena itu akan pembatasan BBM dilakukan.

"Di tahun 70an produksi minyak bumi kita mencapai 800 ribu barel, sementara konsumsi hanya 100 ribu barel. Saat itu ada kelebihan 700 ribu barel. Makanya semua disubsidi. Tapi sekarang tidak bisa lagi, karena kita sekarang sudah jadi negara impor minyak," tandasnya.

Manager Non PSO Fuel Retail Pertamina, Sugeng Priyono di tempat yang sama menyatakan Pertamina siap membatasi penjualan bensin bersubsidi Premium. Untuk permulaan wilayah Jabodetabek akan diterapkan. Setelah itu baru dipikirkan wilayah lainnya.

"Saat ini Pertamax sudah ada di 86 persen SPBU di Jabodetabek. Dengan perincian dari 720 SPBU yang ada 610 sudah ada Pertamax. 69 switch tangki maksudnya di SPBU itu ada dua atau lebih tangki Premium, jadi tinggal kita ubah jadi tangki Pertamax dan hanya 41 yang cuma punya 1 tangki Premium," jelasnya.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads