Keblinger, Kendaraan Dibatasi dari Warnanya

Keblinger, Kendaraan Dibatasi dari Warnanya

- detikOto
Rabu, 09 Feb 2011 10:28 WIB
Keblinger, Kendaraan Dibatasi dari Warnanya
Jakarta - Niat Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk melakukan pembatasan lalu lintas kendaraan berdasarkan warna kendaraan mendapat penolakan lagi.

"Wah sudah keblinger ini. Mind set mereka memang sejak semula sudah salah," ujar pengamat otomotif Suhari Sargo kepada detikOto.

Suhari lalu menjelaskan langkah pemerintah atau pun pemangku kepentingan adalah untuk memberantas kemacetan, benahi transportasi massal terlebih dahulu, jangan membuat peraturan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena semua peraturan itu akan percuma kalau transportasi massal belum memadai.

"Orang beli mobil atau motor karena apa? Ya karena transportasi umum belum layak untuk mereka gunakan beraktifitas, makanya mereka beli kendraan. Mau pakai peraturan apa juga (pembicaraan) berputarnya di situ-situ saja," jelasnya.

Kesalahan pola pikir pemerintah menurut Suhari ada diberbagai lini kebijakan dan langkah. Misalnya saja pembangunan jalan layang Antasari-Blok M. Pembangunan itu menurut Suhari adalah kesalahan pola pikir.

"Kita ambil contoh itu saja (Antasari-Blok M). Saat ini kondisi Antasari macet, lalu mereka mau bangun jalan di atas untuk mengurai macet. Dalam jangka pendek pasti akan berhasil, tapi untuk jangka panjang malah akan menambah macet kawasan itu," ujarnya.

"Kenapa? Karena jalur yang dilalui itu adalah pemukiman, kalau ada jalan layang, rumah-rumah yang dipinggir jalan itu pasti terganggu, berisik dan debu. Kalau mereka terganggu, rumah mereka pasti ditinggal, lalu rumah itu nanti akan beralih fungsi jadi tempat usaha. Kamu bayangkan kalau sepanjang jalan Antasari itu jadi tempat usaha semua, apa enggak tambah macet tuh?," jelasnya.

Karena itulah Suhari lalu mengatakan kalau kondisi yang sekarang ada ini adalah buah dari kesalahan pemimpin-pemimpin masa lalu yang harus ditebus dengan sebuah keberanian mengambil risiko.

"Kita butuh pemimpin yang berani ambil resiko dan bervisi kedepan. Bukan pemimpin yang pandangannya cuma buat (masa jabatan) 5 tahun saja," tegasnya.

(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads