"Di negara maju kalau kita beli kendaraan mobil ataupun motor pasti sudah
menggunakan teknologi DRL. Lampu kendaraan akan nyala begitu mesin hidup. Untuk itu produsen harus menyiapkan komponen itu pada mobil-mobil di Indonesia," kata Direktur Road Safety Consultant dan Defensive Driving (JDDC), Jusri Pulubuhu ketika dihubungi detikOto, Selasa (8/2/2011).
DRL dinilai sangat efektif ketika digunakan di siang hari. Kewaspadaan pengguna jalan lainnya lebih tinggi ketimbang tidak ada lampu di siang hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknologi DRL sudah diwajibkan di Eropa. Komisi Eropa menjelaskan jika
pengguna jalan baik itu pejalan kaki dan pesepeda akan lebih mendeteksi
keberadaan mobil yang memiliki DRL dibanding mobil biasa tanpa lampu siang hari.
Di Indonesia, penggunaan lampu yang otomatis menyala baru dilakukan oleh beberapa produsen motor. Suzuki misalnya dengan Axelo.
Lampu Berwarna Kuning Lebih Bagus
Menurut Jusri, jika DRL dipasang di mobil lampu kuning lah yang terbaik untuk digunakan. Sebab menurutnya cahaya lampu tersebut lebih bagus diserap oleh mata daripada lampu LED atau Xenon.
"Kalau ingin gunakan pakai lampu cahaya kuning, jangan yang LED atau Xenon. Lampu tersebut baik untuk pengendara karena terang, tetapi tidak baik untuk kendaraan lawan di depan," pungkasnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini