Touring panjang itu akan melibatkan 3 mobil B-Class yang berbahan bakar hidrogen (fuelcell). Ketiga mobil tersebut harus melintasi empat benua sejauh 30 ribu km perjalanan selama tourng panjang mereka itu.
Sebanyak 14 negara di benua Amerika, Eropa, Asia dan Australia akan disambangi untuk kemudian menyelesaikan tur dunia mereka di Stuttgart, Jerman yang menjadi kota kelahirannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan panjang ini awalnya akan menuju ke selatan melalui Paris, Barcelona dan Madrid ke Lisbon. Setelah itu, dilanjutkan dengan pesawat ke pantai timur Amerika Serikat.
Dari Fort Lauderdale, Florida, perjalanan dilanjutkan di sepanjang Teluk Meksiko menuju Los Angeles sebelum menuju ke vancouver, Kanada, yang berjarak 7.500 km.
Berikutnya, 5.000 km perjalanan dilakuikan di seluruh Australia, mulai dari Sydney ke Perth dengan persinggahan di Melbourne dan Adelaide.
Di Asia, mobil ini akan mengambil rute ke Shanghai dari Beijing. Lalu, mobil akan melintasi lebih dari 10.000 km kearah Moskow, sebelum menuju ke Eropa Utara.
Sekembalinya ke Eropa mobil-mobil ini akan melakukan perjalanan melalui Finlandia ke Stockholm, kemudian Oslo di Norwegia sebelum melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman melalui Denmark ke Jerman dan tiba di Stuttgart pada awal Juni mendatang.
Namun tentu saja perjalanan ini bukan tanpa tantangan terutama pada ketiadaan infrastruktur yang dibutuhkan untuk penyediaan hidrogen. Sayangnya, Indonesia tidak termasuk dalam jadwal persinggahan si mobil hidrogen Merceds-Benz ini.
(syu/syu)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes