Ini mengingat adanya opsi alternatif untuk membeli BBG (LGV/Liquified Gas Vehicle).
Demikian disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana seusai menghadiri acara Indogas Exhibition 2011 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (26/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Armida menjelaskan, jika diberikan insentif untuk converter kit, diharapkan nantinya masyarakat dapat beralih ke BBG dibandingkan BBM.
"Nanti perlu dihitung lagi berapa harganya ketimbang tidak pindah ke gas dan tetap menggunakan Pertamax," ujarnya.
"Nah di Bappenas sedang dihitung keperluannya berapa dan kebutuhan investasinya untuk converter kit berapa harganya. Supaya menjadi insentif bagi pemilik kendaraan untuk bisa berpindah. Nah ini dalam kajian dengan mengambil referensi ke India. Jadi opsi ini masih kita usahakan untuk dikembangkan," ujar Evita.
Armida menyampaikan, gas alam dari ketersediaan memiliki banyak cadangannya di Indonesia. Namun untuk pengembangannya masih dibutuhkan infrastruktur dan investasi.
"Kalau sekarang kan pengembangan untuk elpiji sudah, nah sekarang yang kita kembangkan gas untuk sektor transportasi dan industri. Kalau sektor transportasi ini kaitannya dengan bahan bakar gas (BBG) termasuk transportasi publik dan kendaraan pribadi karena harga relatif lebih murah dan dia bersih dan juga clean energy, tapi kita masih membutuhkan investasi dari sisi infrastrukturnya," ungkap Armida.
Wacana penggunaan gas untuk kendaraan pribadi kembali hangat setelah Wapres Boediono menuturkan hal itu pada IIMS 2010 lalu.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS