Sebab masa peralihan dari kebiasaan mengkonsumsi Premium berharga Rp 4.500 per liter ke pemakaian Pertamax yang berharga sekitar Rp 7.850 menyebabkan pengeluaran para pemilik mobil otomatis bertambah. Otomatis pula pola hidup para pemilik mobil harus mengikuti hal tersebut.
Hal ini menurut Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra menjelaskan kalau keadaan sekarang ini sedikit mirip dengan keadaan di tahun 2005 silam ketika harga bensin naik dari Rp 2.200an ke angka Rp 4.000an.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurut Amelia hal itu ternyata tidaklah akan berlangsung lama. Sebab seiring dengan kebutuhan akan kendaraan, hal itu hanya akan terjadi sementara.
"Di tahun 2005, memang awalnya pemakai mobil ada yang ganti pakai motor. Tapi 3 bulan kemudian tidak tahan dan balik lagi pakai mobil," tandasnya.
Amelia juga tidak bisa memprediksi kalau pembatasan pembelian Premium pada bulan April ini akan mempengaruhi pasar mobil nasional. Sebab meski sekilas mirip, situasi antara tahun 2005 dan 2011 tidaklah identik sama.
"Tahun 2005 inflasi kita tinggi, sementara sekarang lebih stabil. Bunga kita juga tinggi, tapi sekarang tidak. Apalagi sekarang daya beli masih tinggi. GDP (pendapatan per kapita)Β juga sudah masuk ke (US$) 2.500," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun