Rencana tersebut sebenarnya terbilang telat. Sebab BYD yang 10 persen sahamnya dimiliki oleh miliarder Warren Buffett sebelumnya berencana akan mamasarkan mobil listrik pada tahun 2010 namun urung dilaksanakan.
"Dengan semangat BYD dan inovasi di riset dan pengembangan, kami bekerja keras untuk memenuhi tantangan ini, mencapai pasar yang mengadopsi teknologi hijau dengan energi bersih," kata Chairman BYD, Wang Chuanfu seperti detikOto kutip dari Detroit News, Rabu (12/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun begitu, banyak pihak di Amerika memandang miring rencana ekspansi pabrikan China (juga India) menyangkut sisi keamanan kendaraan. Beberapa produsen China pun dianggap tidak serius menggarap pasar Amerika yang menurun dalam beberapa tahun dan lebih memilih pasar dalam negeri mereka yang sedang berkembang.
Tapi Chuanfu mengatakan kalau pasar Amerika masih menjanjikan, walau BYD juga termotivasi oleh pasar China yang saat ini membutuhkan 500 ribu bus diesel dan 1,2 juta taksi.
Emisi satu bus ramah lingkungan sama dengan emisi yang dikeluarkan oleh 30 mobil. Sementara emisi satu taksi ramah lingkungan diklaim sama dengan emisi 10 mobil biasa. Bila China mampu melengkapi kedua sektor itu dengan kendaraan listrik maka niscaya China bisa mengurangi emisi setara dengan 27 juta kendaraan.
"Zero-carbon menjadi impian kami, Semangat zero-emission itulah yang membuat kami termotivasi untuk membuat mobil kami, bisnis kami dan semua transportasi yang kami miliki. Hal ini juga yang membuat kami menciptakan sebuah mobil yang bisa dicharge dengan cepat dan kendaraan dual-mode (hybrid) dan bus serta taksi listrik dari BYD).
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer