Seperti dilansir Autocar, Senin (10/1/2011) Ferrari kini tengah menyiapkan teknologi revolusioner yang bisa membaca kondisi mental dan fisik pengemudi. Setelah membaca dua hal itu, alat ini akan menyesuaikan traksi dan stabilitas mobil.
Ferrari meyakini teknologi ini perlu karena pengemudi kadang salah mengkalkulasi, atau bahkan terlalu mengagung-agungkan teknik berkendara mereka yang belum tentu pas dengan kondisi jalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir topspeed, sensor itu bisa saja berupa sensor biometrik untuk mengukur pernafasan pengemudi, alat untuk mengukur tekanan darah dan jantung, kamera TV pemonitor berapa kali mata mengedip untuk mengukur tingkat kewaspadaan pengemudi atau sensor lainnya.
Bagi sebagian kalangan, berbagai perangkat ini mungkin berguna tapi yang lain mungkin akan berpikir sebaliknya. Waduh, jadi ribet juga ya...
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?