PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) selaku pemasok mobil merek Hyundai di RI harus menaikkan harga Hyundai mulai 5 persen sampai 10 persen.
"Kenaikan harga 5-10 persen. Dan itu pasti naik karena impact kenaikan BBN-KB," kata Vice Presiden PT Hyundai Mobil Indonesia Erwin Djajadiputra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di waktu bersamaan, Presiden Direktur PT HMI, Jongkie D Sugiarto menyayangkan sikap pemerintah RI yang seakan-akan "mencekik" industri otomotif nasional dengan beban pajak.
"Seperti pajak BBN-KB dan pajak progresif. Padahal industri otomotif Indonesia sedang mengalami hasil yang cukup baik. Dari tahun ke tahun, industri otomotif nasional naik terus. Lalu mengapa dibebani oleh pajak," tanyanya.
Pemerintah lanjutnya tidak perlu menaikkan pajak untuk kendaraan di RI. Soalnya jika tidak mengalami perkembangan akan mengorbankan ribuan pekerja dan industri otomotif kecil lainnya.
"Industri otomotif adalah padat karya, vendor otomotif ribuan dan menyerap ratus ribu pekerja. Kalau pemerintah menaikan pajak kendaraan dan industri otomotif tidak maju, tentu akan mengorbankan mereka," tanya Jongkie.
Untuk itu menurut Jongkie pemerintah jangan membebani industri otomotif. Jika tidak dibebani, seperti yang dijelaskan Jongkie bukan tidak mungkin pasar mobil di Indonesia pada 2013 mencapai 1 juta unit.
"Asalkan industri otomotif tidak dibebani macam-macam. Yang penting secara nasional kita harus pelihara industri otomotif Indonesia," imbuhnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Cerita Prabowo Naik Maung: Atap Bocor, Bunyi Gledak-gledak
Bikin SIM Digital Nggak sampai 5 Menit, Tanpa Biaya