Huang, yang terpilih sebagai wakil walikota di tahun 2008, harus membayar atas kebijakannya yang membuat jumlah mobil di kota Beijing meroket 85 persen dalam 5 tahun. Pertumbuhan mobil yang menggila itulah, seperti dilansir AFP, Selasa (28/12/2010) membuat Beijing mengalami kemacetan kronis.
Beijing sebelumnya diberitakan menerapkan pembatasan kendaraan. Setiap bulannya pembelian mobil kecil diberi kuota sebanyak 20.000 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang bisa membeli mobil hanya mereka yang merupakan penduduk permanen di Beijing. Selain itu kalangan dari kepolisian dan militer diperbolehkan membeli mobil. Namun mereka dilarang membeli mobil selama 5 tahun berikutnya.
Pajak tinggi sebesar 50.000 yuan (Rp 68 juta) pun diterapkan bagi setiap mobil yang dimiliki warga.
Kemacetan dan polusi menjadi salah satu pemandangan rutin di China, penjualan kendaraan di China merupakan yang terbanyak di dunia. China mengalahkan pasar AS sebagai pasar mobil terbesar di dunia pada 2009 lalu.
Di 2012 sendiri, diperkirakan di Beijing bakal ada 7 juta kendaraan di jalanan. Saat ini sekitar 4,8 juta kendaraan.
Beijing dan Mexico City dalam survey yang digelar oleh IBM tercatat sebagai kota dengan kemacetan terparah di dunia. Sayang Jakarta tidak masuk dalam 20 kota yang disurvey IBM.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?