Karena itu langkah pemerintah yang akan dimulai per 1 April 2011 tersebut kemungkinan hanya akan berefek kecil terhadap industri roda dua di Indonesia.
"Kebijakan itu memang akan berefek, cuma kecil sekali. Ingat, orang Indonesia itu gengsinya gede," ungkap Technical Training Department Head PT Astra Honda Motor (AHM), Handy Hariko kepada detikOto, Selasa (21/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Handy lalu mengungkapkan industri motor tidak akan banyak berpengaruh. Karena faktor sosial terbesar yang mempengaruhi industri motor ini menurutnya masih ada di pelayanan angkutan umum yang ada.
"Selama angkutan umum masih seperti sekarang, industri akan terus jalan. Kecuali pemerintah sudah bisa membenahi angkutan umum, industri motor pasti berimbas. Selama belum bisa, masyarakat akan mencari angkutan alternatif dan motor bisa menjadi alternatif bagi mereka," beber Handy.
Faktor lain yang mungkin akan membuat masyarakat beralih ke motor adalah harga mobil. Bila harga mobil melonjak dari harga yang ada sekarang dan masyarakat kelas menengah sudah tidak sanggup memilikinya, bisa jadi motor akan dilirik.
"Kalau harga mobil naik tajam itu baru akan meningkatkan penjualan motor. Kalau masih seperti sekarang mah kecil efeknya (pembatasan Premium). Gengsi pengguna mobil kita lebih besar," cetusnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?