Hal itu diungkapkan Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor, Johnny Darmawan di sela-sela Media Gathering di Hotel Nikko, Jakarta.
"Diberlakukannya pembatasan BBM subsidi tidak akan mempengaruhi penjualan mobil tahun depan. Penjualan mobil tahun depan bisa melebihi tahun ini. Tahun depan bisa di kisaran 750-760 ribu unit. Itu kondisinya sesuai asumsi," kata Johnny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kondisi pemerintah tidak gonjang-ganjing. Bahkan bisa ke angka 800.000 unit. Itu optimistis sekali," sahutnya.
Lebih lanjut pria penyuka olahraga golf itu mengatakan dengan diberlakukannya pembatasan BBM subsidi akan membuat orang berpikir lebih cermat ketika ingin membeli mobil baru. Karena mobil baru sudah tidak boleh menggunakan BBM Premium lagi.
"Hanya pola berpikir orang yang berubah jadi tidak boros dan saving money. Orang akan membatasi dana agar tidak boros. Yang jalan-jalan tidak perlu akan dikurangi," imbuhnya.
Untuk sementara ini Johnny hanya mengkhawatirkan adanya kenaikan pajak BBN yang diberlakukan pemerintah. Sebab pajak tersebut sangat memberatkan konsumen yang hendak membeli kendaraan roda empat. Terlepas dari itu Johnny tidak mengkhawatirkan terhadap kondisi pasar mobil di 2011.
"Namun saya hanya mengkhawatirkan BBN (Bea Balik Nama). Kalau pajak progresif tidak terlalu pengaruh. BBN membuat orang berpikir untuk beli mobil karena harus bayar di muka yang cukup besar," ujarnya.
(ikh/ddn)










































