Kebanyakan kecelakaan disebabkan pengendara sepeda motor yang kurang memperhatikan tata tertib lalu lintas.
Hal itu diungkapkan Kasubdit Dikyasa Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Kanton Pinem di sela-sela "Shell Road Safety Competition 2010 di Taman Lalu Lintas Cibubur, Kamis (16/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, agar terhindar dari kecelakaan sebaik pengguna jalan mematuhi peraturan dan memperhatikan keselamatan jiwa. Pinem menuturkan amannya berkendara tentu tidak lepas dari sadar diri ketika berada di jalan raya.
"Bagaimana bisa aman dan selamat di jalan itu dari diri sendiri dan bukan orang lain," tegas Pinem.
Sementara tingginya angka kecelakaan di jalan raya, Polda Metro Jaya tidak lepas tangan. Pihak kepolisian pun semakin gencar menerapkan riding kepada masyarakat khusunya usia muda seperti anak TK.
Masalahnya pelajaran road safety menurut Pinem paling efektif diterapkan sejak usi dini. Namun itu juga tidak terlepas dari sikap orang tua dan lingkungan yang membimbing anak-anak.
"Untuk itu pendidikan keselamatan kita terapkan anak usia dini. Anak TK yang paling efektif diajarkan. Semua yang kita tanamkan ini akan memperngaruhi ketika mereka dewasa kelak," ucapnya.
"Namun itu juga tidak terlepas dari sikap orang tua dan lingkungan. Orang tua berperan penting dalam keselamatan anak," lanjutnya.
Shell Road Safety Competition 2010
Sebanyak 400 pelajar dari 25 Sekolah Dasar (SD) yang berada di 5 wilayah DKI Jakarta meramaikan Taman Lalu Lintas Shaka Bayangkara untuk mengikuti "Shell Road Safety Competition 2010". Kegiatan ini merupakan program berkelanjutan untuk keselamatan anak-anak yang digelar oleh PT Shell Indonesia.
Pelajar SD itu selanjutnya diajarkan keselamatan lalu lintas. Tujuannya untuk mengurangi angka kecelakaan hingga meninggal dunia.
"Pelajaran lalu lintasΒ ini sangat penting untuk mereka nanti. Betapa pentingnya kesadaran mereka ketika berada di jalan," tutup Pinem.General Manager Communications and External PT Shell Indonesia, Budiman Moerdijat mengatakan betapa pentingnya budaya berlalu lintas ditanamkan di usia dini. "Upaya yang kami lakukan secara berkesinambungan ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lagi agen perubahan budaya berlalu lintas di masa depan," tutup Budi.Β Β (ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Sewa Rp 160 Juta/Bulan, Segini Harga Mobil Land Rover yang Dipakai Wali Kota Samarinda