Itulah yang digambarkan oleh Toyota lewat mobil sedan legendaris Corolla Altis. Altis yang berarti Altitudinous atau puncak alias puncak tertinggi ini ditargetkan Toyota bagi mereka yang sedang menuju puncak karir dan akan menjadi pemimpin perusahaan.
Nah agar terus cocok dengan target itu, Toyota terus membenahi Corolla Altis hingga versi terakhir yakni Altis yang menggunakan mesin Super CVT-i.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
detikOto mendapatkan kesempatan merasakan Toyota Corolla Altis 1.800 cc Super CVT-i/G AT. Dari tampak luar, Corolla Altis 1.800 cc Super CVT-i jelas sudah mengalami perubahan secara frontal dari versi Corolla di bawah tahun 2000.
Desainnya kini lebih gemuk dan banyak dihiasi bodikit untuk pemanis dan tidak kotak-kotak. Tarikan garis sudah diperjelas dengan kesan mewah.
Sedangkan lampu depan dan belakang nyaris tidak berubah bentuk bila dibandingkan Corolla Altis non-Super CVT-i.
Namun ada perubahan pada desain grile yang terkesan menggalak. Terlapas dari itu sang Ninja tetap terlihat tangguh dengan 'topeng' barunya.
Beranjak ke kabin penumpang, jangan lupa bawa kunci otomatis. Jika tidak jangan harap bisa menyalakan mesinnya. Uniknya, seperti versi sebelumnya, sang Ninja tidak usah pakai kunci konvensional yang harus dicolok, melainkan cukup disimpan di dalam mobil atau kantongi saja.
Setelah itu tekan start engine yang terletak di belakang kiri setir. Kabin depan dan belakang sangat lega dan nyaman.
Brumm, mesin pun terdengar halus. Jika menyimak desain dashboard, dashboard Corolla Altis non-Super CVT-i tidak terlalu mewah. Dashboard biasanya saja dan enaknya tetap simple tampilannya dengan terintegrasi pemutar CD, panel instrument AC, pematik api.
Dan untuk desain speedometernya sangat sporty. Perpaduan warna baige dan abu sangat kontras, tidak membuat mata pegal.
Bagaimana dengan perfoma. Tersedia 2 pilihan i-drive (D dan M). Berhubung Corolla Altis cocok untuk diajak ngebut, kita coba i-drive M.
Pedal gas dibejek, mesin Super CVT-i 2ZR-FE meraung hebat. Akselerasi awal sangat mulus sementara putaran mesin mencapai 6.200 rpm, gigi langsung pindah secara otomatis ke dua.
Ada 6 percepatan di tuas M. Akselerasi sedan ini dengan tuas M mendapatkan 0-100 km/jam, 10,75 detik.
Kondisi kabin tetap senyap ketika spedometer menginjak angka 200 km/jam. Handling sedan tersebut tetap mantap karena tersemat sistem EBD dan BA.
Dan untuk fitur keselamatan lainnya, Toyota Altis tidak melupakan fitur ABS.
Turunkan tuas ke gigi bawah ketika dalam kecepatan tinggi, hmm ternyata tidak bisa. Sistem komputer 7 Speed Automatic CVT, Gate Type with Sequential Shift sudah sangat cerdik. Tit.. begitu bunyi larangannya.
Karakter M pada Toyota Corolla Altis sangat responsif, sayang untuk mencapai kecepatan 240 km/jam dirasakan sangat berat. Perlu jarak jauh.
Nah, jika Anda ingin santai pindahkan tuas ke D. Injak secara perlahan pedal gas, putaran mesin bermain di 1.500-2.000 rpm. Jika karakter mengemudi Anda halus, panel pada speedometer mencatat konsumsi bahan bakar minyak 1:9,6 km.
Untuk santai sejenak menggunakan sedan ini, Anda bisa mengaktifkan pemutar cd atau radio steering audio switch pada kiri kemudi. Ada beberapa mode yakni CD player, radio dan aux-in.
Dari apa yang dirasakan kombinasi teknologi Dual VVT-i dan Super CVT-i menjadikan Corolla Altis sebagai sedan cepat yang fleksibel. Tidak hanya untuk ngebut, Toyota Corolla Altis 1.8 liter juga bisa memenuhi karakter Anda yang santai ketika di aspal hitam. Berminat? Siapkan saja kocek sebesar Rp 349,7 juta untuk Altis yang satu ini. (ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?