"Ekspor kira-kira hanya cuma 1% dari pasar nasional, alasannya negara tujuan ekspor kita negara berkembang mereka pun punya industri pengembangan sepeda motor. Jadi produk yang kita ekspor hanya sebagai pelengkap," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata di sela-sela acara Jakarta Motorcycle Show JCC, Jakarta, Rabu (3/11/2010).
Gunadi menjelaskan produk sepeda motor yang laku dijual untuk ekspor antara lain sepeda motor jenis bebek dan skutik. Negara tujuan ekspor umumnya wilayah Timur Tengah, di Amerika Selatan, Eropa Timur seperti Bulgaria, Yunani, dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gunadi mengatakan rendahnya ekspor, karena selain pasar dalam negeri masih sangat menjanjikan. Langkah ekspor oleh beberapa produsen hanya sebagai penyeimbang pasar saja.
Menurutnya rasio kepemilikan sepeda motor di Indonesia masih bisa terus digenjot. Saat ini saja setiap 4 orang penduduk Indonesia satu orangnya memiliki sepeda motor. Sementara di Thailand dan Malaysia, setiap tiga orang di Negeri Jiran tersebut, satu orangnya memiliki sepeda motor.
"Bahkan di Taiwan itu rasionya satu orang banding 1,2 sepeda motor, karena pendapatan masyarakat mereka cukup tinggi," katanya.
Indonesia sendiri, lanjut Gunadi, menempati negara ketiga terbesar dalam produksi sepeda motor dengan kapasitas produksi 7,5 juta unit per tahun, sedangkan peringkat kedua ditempati India dengan jumlah hampir 10 juta unit per tahun dan peringkat teratas ditempati China dengan produksi 30 juta unit per tahun.
(hen/syu)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta