Mobil Listrik Masih Harus 'Disuapi' Pemerintah

Mobil Listrik Masih Harus 'Disuapi' Pemerintah

- detikOto
Kamis, 28 Okt 2010 09:26 WIB
Mobil Listrik Masih Harus Disuapi Pemerintah
Marrakesh - Perkembangan mobil listrik memang pesat, tapi kalau bicara produksi dan pemasarannya, ternyata masih butuh 'disuapi' oleh pemerintah, setidaknya
dalam dua tahun, sebelum bisa berdiri sendiri.

CEO Nissan-Renault Carlos Ghosn yang mengatakan hal tersebut. Dukungan pemerintah dalam dua tahun dalam pasar mobil listrik yang sedang berkembang sangat dibutuhkan agar bisa terus tumbuh.

Renault mengatakan akan berinvestasi sebesar US$ 5,58 juta di kendaraan listrik melalui aliansi dengan Nissan Motor Co, yang rencananya akan mulai dijual di Amerika dan Jepang pada bulan Desember dan di Eropa pada tahun 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah pasar yang matang saat pemerintah memberikan insentif kepada
konsumen," kata Ghosn di Maroko, seperti dilansir Reuters, Kamis (28/10/2010).

Dua tahun dukungan pemerintah diperlukan untuk melejitkan pasar ini dan kemudian produknya akan tumbuh sendiri dan lepas landas, tambah Ghosn.

Karena menurut para analis, meskipun investasi besar dalam kendaraan listrik dari produsen mobil terkemuka di dunia, mereka hanya akan mewakili sebagian kecil dari pasar mobil untuk beberapa tahun mendatang.

Kelemahannya, karena mobil-mobil listrik biasanya bakal berharga lebih mahal dari mobil bermesin bakar konvensional dengan spesifikasi yang sama. Selain itu, infrastruktur seperti tempat pengisian ulang baterainya masih dalam pertumbuhan.

Jadi ketika para produsen berlomba-lomba membuat mobil listrik yang efisien dan ramah lingkunga, pemerintah berperan sebagai penyedia infrastrukturnya, termasuk tempat pengisian dan regulasi perpajakannya.


(bgj/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads