BMW: Mobil Listrik Tidak Beri Untung

BMW: Mobil Listrik Tidak Beri Untung

- detikOto
Selasa, 26 Okt 2010 15:21 WIB
BMW: Mobil Listrik Tidak Beri Untung
Munich - Meski dianggap sebagai mobil masa depan, penjualan mobil listrik menurut BMW tidaklah akan mendatangkan untung dan harus membebani mobil konvensional dengan subsidi silang untuk menutupi kerugian.

"Mungkin Anda tidak mendapatkan uang dengan teknologi tersebut selama siklus produk pertama. Di sini, mobil konvensional telah melakukan subsidi silang dengan teknologi baru," ungkap CEO BMW Norbert Reithofer dalam sebuah acara di Institut Industri Otomotif di Nuertingen, Jerman seperti detikOto kutip dari Auto News, Selasa (26/10/2010).

Meski begitu, BMW menurut Reithofer memiliki konsep mobil listrik Megacity akan tetap memproduksi mobil listrik dan membawanya ke pasar mulai tahun 2013 mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mobil listrik akan menjadi kendaraan mahal pada masa-masa awalnya," tandasnya.

Megacity yang akan menjadi mobil dengan model subkompak rencananya akan dibangun di Leipzig, Jerman serta akan memiliki kompartemen penumpang berbahan serat karbon. Bahan ini sangat ringan namun sangat mahal. Itulah alasan mengapa bahan ini sampai sekarang digunakan di mobil balap dan supercar.

BMW sedang membangun mobil listriknya sendirian mulai dari drivetrain hingga baterainya sampai unit penyimpanan tegangan tinggi. Hal itulah yang membedakan BMW dengan produsen mobil lain yang biasanya membeli teknologi itu dari vendor lain meski untuk sel di baterainya BMW masih disuplai oleh perusahaan bernama SB LiMotive.

Selain untuk proyek Megacity, SB LiMotive juga akan menyediakan sel baterai untuk mobil uji coba, BMW 1-series dengan Konsep ActiveE EV.

Nah sementara harga mobil listrik masih mahal dan dipercaya tidak akan
mendatangkan untung bagi perusahaan, BMW menurut Reithofer akan terus
mengandalkan penjualan mobil dengan mesin bensin dan solar. Dengan cara itu, profitabilitas secara keseluruhan tidak akan menderita terlalu parah.

"Jadi kita akan memiliki transisi yang panjang. Dan pada saat ini, teknologi konvensional memberikan subsidi silang bagi teknologi baru," pungkas Reithofer.

Reithofer memperkirakan pada tahun 2020, kendaraan listrik keluaran BMW akan memiliki pangsa pasar 5 sampai 15 persen dari total pasar kendaraan listrik.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads