Sebentar Lagi, Mobil Tidak Perlu Sopir

- detikOto
Selasa, 19 Okt 2010 08:31 WIB
Berlin - Makin ke depan, teknologi otomotif makin canggih. Dan itu dimulai di Jerman. Ilmuwan Jerman akhirnya mengungkapkan sebuah mobil yang bisa menyetir sendiri tanpa bantuan pengemudi.

"Di masa depan, manusia akan dilarang untuk menyetir," prediksi Profesor Raul Rojas, dari Berlin Free University, seperti dilansir AFP, Selasa (19/10/2010).

Mobil yang bisa menyetir sendiri ini dijuluki MIG atau Made In Germany. Mengandalkan kamera, scanner laser, sensor panas dan navigasi satelit, membuat MIG bisa berjalan sendiri tanpa bantuan pengemudi.

Mobil menggunakan sensor untuk mengenali kendaraan lain, pejalan kaki dan sepeda, sehingga lebih aman dan tidak akan kehilangan konsentrasi seperti pengemudi yang kelahan.

"Mobil ini bisa melihat ke segala penjuru di kisaran 70 meter," kata Rojas.

MIG dari luar tampangnya mirip seperti Volkswagen Passat namun dengan sebuah kamera di atas, sudah diuji di di Berlin Tempelhof airport. Manusia di dalam mobil bukan pengemudi, namun lebih kepada operator kalau-kalau ada permasalahan teknis.

Mobil tanpa sopir ini juga sudah diuji jalan sejauh 225.000 km di sekitar San Francisco. Diharapkan, keberadaanya nanti bisa mengurangi tingkat kecelakaan di jalan.

Dengan fitur-fitur tersebut MIG mampu mengendalikan dirinya sendiri dan
'melihat' kendaraan lain atau pejalan kaki serta mampu mematuhi lampu dan rambu lalu lintas. MIG juga mampu mendatangi pengguna mobilnya ketika si pengguna memanggilnya lewat iPad. Wah ini seperti mimpi bagi sebagian orang.

Rojas memang terkenal senang bereksperimen dengan mobil tanpa awak. Tahun lalu, Rojas mengenalkan iPhone yang bisa mengendalikan mobil, dan ada juga mobil yang dikendalikan dengan mata.

Yang lebih hangat adalah raksasa internet, Google, yang mulai mengetes mobil tanpa awak yang mereka ciptakan. Sejauh ini, sudah 140 ribu mil jarak yang dilaluinya dalam tahap tes, antara lain di jalanan kota San Francisco.

Tidak hanya Google, sebelumnya detikOto juga pernah mencatat sebuah tes
menjalankan mobil tanpa pengemudi yang dilakukan oleh Universitas Parma.
Pengetesan ini dilakukan dengan melintasi jarak hingga 12.800 kilometer jalan melalui jalur antara Italia dan China melintasi Rusia, Siberia hingga gurun Gobi dan terakhir di Shanghai China.
(syu/ddn)