Malaysia Bebaskan Pajak Mobil Hybrid dan Listrik, RI Kapan Menyusul?

Malaysia Bebaskan Pajak Mobil Hybrid dan Listrik, RI Kapan Menyusul?

- detikOto
Senin, 18 Okt 2010 18:00 WIB
Malaysia Bebaskan Pajak Mobil Hybrid dan Listrik, RI Kapan Menyusul?
Kuala Lumpur - Bila di Indonesia harga mobil hybrid masih sangat mahal karena dibebani pajak yang tinggi. Negara tetangga kita, Malaysia malah siap membebaskan semua kendaraan hybrid dan listrik dari beban pajak.

Dalam rencana anggaran yang dibacakan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak pada akhir pekan lalu, pemerintah Malaysia mengumumkan pembebasan penuh bea masuk dan 50 persen cukai mobil hybrid sampai 31 Desember 2010.

Dan untuk terus meningkatkan kepemilikan mobil hybrid, langkah itu diperpanjang sampai dengan Desember 31 Desember 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini tentu berbeda dengan keadaan di Indonesia dimana pajak dimana mobil-mobil ramah lingkungan dengan sistem hybrid malah dikenai pajak dua kali lipat dari mobil biasa, karena memiliki mesin ganda. Yang akhirnya membuat harganya menjadi super mahal. Inilah yang membuat hybrid jadi tidak populer. Contohnya saja Toyota Prius dan Honda Civic hybrid yang harganya melambung tinggi di tanah air.

Menteri Energi, Teknologi Hijau dan Air Malaysia Datuk Seri Peter Chin Fah Kui mengatakan kalau langkah yang dilakukan Malaysia itu bertujuan untuk mendorong pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan di negeri Jiran tersebut.

"Ini akan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan emisi karbon dioksida. Saya menyambut langkah-langkah tersebut dan saya senang bahwa Perdana Menteri mengumumkan anggaran yang memberikan arti penting bagi green technology," ujarnya seperti detikOto kutip dari kantor berita Malaysia, Bernama, Senin (18/10/2010).

Kira-kira, kapan langkah ini akan disusul oleh pemerintah Indonesia ya? Mengingat banyak pemerintah di negara lain memang telah memberikan insentif bagi penjualan mobil ramah lingkungan seperti hybrid dan listrik. Padahal pemerintah lewat Menkeu Sri Mulyani waktu IIMS 2009 pernah menjanjikan untuk mengkaji insentif bagi mobil ramah lingkungan ini.
(syu/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads