Honda Catat 10.000 Pemesan MegaPro

- detikOto
Senin, 27 Sep 2010 14:47 WIB
Jakarta - Pertarungan Honda-Yamaha makin ketat, setelah sebelumnya Yamaha mengatakan Byson telah terpesan hingga 4.000 unit, kini giliran Honda yang memaparkan kalau penjualan Honda New MegaPro lebih baik dari rivalnya tersebut.

Hingga pertengahan September, PT Astra Honda Motor (AHM) ternyata telah mencatat inden konsumen terhadap model motor baru Honda ini mencapai 10.000 unit.

Diperkirakan, desain dan mesin baru yang diusung Honda New MegaPro merupakan salah satu faktor yang menjadi daya tarik bagi konsumen untuk memesan motor sport Honda berdapur pacu 150 cc ini. Selain itu, harganya yang relatif kompetitif dibandingkan dengan motor sejenis di kelasnya membuat motor baru Honda ini menuai inden di pasar.

Senior GM Sales Division AHM Sigit Kumala dalam rilis yang diterima detikOto, Senin (27/9/2010), mengatakan bahwa inden besar yang didapat New MegaPro sejak dirilis 9 Agustus ini baru berasal dari Jawa dan Bali. Promosi di luar kedua pulau ini baru akan dilakukan setelah lebaran Idul Fitri. Karena itu, diperkirakan permintaan terhadap motor sport Honda ini akan semakin besar dalam beberapa bulan ke depan.

Melihat tingginya permintaan motor ini, Honda pun bergerak cepat untuk memenuhi pesanan konsumen yang tinggi dengan meningkatkan produksi.

"Setelah lebaran, kami perkirakan pesanan akan lebih banyak namun kami bertekad untuk mempercepat pemenuhan pesanan yang sudah ada agar konsumen tidak terlalu lama menunggu," ujarnya.

Sigit juga menilai tingginya permintaan konsumen terhadap Honda New MegaPro ini merupakan salah satu bukti keberhasilan perusahaan dalam memenuhi keinginan konsumen terhadap motor sport model street fighter.

"Kami harapkan tingginya pesanan konsumen terhadap New MegaPro akan menjadi awal yang baik bagi Honda untuk menguasai segmen sport 150 cc. Apalagi dari sisi desain, ketangguhan mesin dan harga, Honda New MegaPro ini lebih unggul dibandingkan dengan model sejenis di segmen motor sport," ujarnya.

Honda New MegaPro sendiri memang dibekali dengan mesin baru XRP Engine (X-tra Responsive Performance Engine) 150cc, 4 tak, SOHC, 5 percepatan, yang bertenaga untuk berkendara di perkotaan, hemat bahan bakar & ramah lingkungan.

Mesin baru ini telah menggunakan Low Friction Parts seperti Piston Bertekstur (Rough Surface Piston), Roller Rocker Arm dan Crankshaft Bearing yang berfungsi mengurangi gesekan sehingga membuat mesin menjadi lebih efisien.

Sementara untuk tampilannya, New MegaPro mengusung desain baru berkonsep street fighter dengan karakter yang berotot, modern, dan aerodinamis. Desain bodynya tampil lebih gagah dan sporti.

Lampu depan New MegaPro dilengkapi dengan cowl, clear lens, multirelfector dan visor yang modern serta garis desain yang menyatu dengan lampu depan. Hal ini membuatnya terlihat lebih gagah, kompak, modern, dan memberi kesan layaknya sebuah motor besar dengan garis bodi yang aerodinamis

"Keunggulan lain Honda New MegaPro adalah sistem pengereman yang sudah menggunakan rem cakram. Tapi dari sisi harga, New MegaPro relatif kompetitif di segmennya karena harganya hanya Rp19.500.000 (tipe CW) dan Rp 18.300.000 (tipe SW)," imbuh Sigit.

Sigit menambahkan posisi stang pun didesain ergonomis sehingga membuat motor ini nyaman dikendarai, baik jarak jauh maupun jarak dekat. Panel indikator New MegaPro
mengombinasikan sistem analog tachometer & digital speedometer (dilengkapi jam digital) yang membuatnya lebih lengkap, akurat, informatif dan mudah dilihat.

Motor sport terbaru Honda ini mengaplikasikan fitur Adjustable Monoshock berperforma tinggi dengan sistem dua pegas (atas dan bawah), di mana pegas bagian bawah dapat disetel (keras atau lembut) sesuai kebutuhan atau selera pemakai. Kehadiran fitur monoshock ini menambah tampilan lebih sporti dan menjanjikan sensasi berkendara sebuah motor sport.

Berdasarkan data penjualan pada bulan Agustus, perusahaan baru mampu mengirimkan 6.546 unit ke jaringan dealernya di Tanah Air. Sebanyak 2.490 unit merupakan varian spoke wheel (SW) dan 4.056 unit casting wheel (CW).

"Pengiriman pada bulan ini (September) tentu akan lebih besar volumenya karena permintaan juga tinggi," tambah Sigit.
(syu/ddn)