Pabrikan mobil terbesar nomor dua di Jepang itu akan memproduksi Honda Fit atau Jazz yang benar-benar berbeda dari Fit atau Jazz yang ada sekarang namun dengan harga 20-30 persen lebih murah namun tanpa mengurangi kualitas material mobil.
Kepala Divisi Purchasing Honda Motor Corporation, Masaya Yamashita mengatakan hal itu dimaksudkan untuk menghambat laju pertumbuhan Hyundai yang saat ini makin menggila. Hyundai menurut Yamashita sudah mampu menyediakan sebuah mobil murah namun dengan kualitas yang bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya, kondisi material komponen mobil setiap negara nantinya akan disesuaikan dengan kondisi alam dan jalan negara bersangkutan dan tidak akan dipukul rata seperti sekarang ini. Dengan langkah ini diharapkan Honda akan mampu memangkas harga jual mobil mereka.
"Hyundai telah menjadi pesaing yang sangat sulit bagi kami dan mereka tumbuh dengan kecepatan yang luar biasa, bersama dengan pembuat mobil Cina dan India, karena mereka melihat komponen dari sudut yang baru," kata Yamashita seperti detikOto kutip dari Reuters, Rabu (22/9/2010).
"Stereotip yang digunakan sekarang adalah bahwa harga murah berasal dari komponen kualitas rendah, tapi itu tidak lagi terjadi. Kita perlu beroperasi dengan standar baru untuk komponen," tambahnya.
Nantinya Honda Jazz atau Fit terbaru itu akan menjadi 'produk percontohan' bagi Honda. Karena Honda Jazz atau Fit di negara-negara seperti Jepang, Cina, India, Thailand, Indonesia, Britania dan Brasil saat ini menggunakan desain yang sama dan bahan untuk sebagian besar komponen. Untuk itu Honda tentu saja harus membeli komponen terbaik dengan harga tinggi, inilah yang membuat harga mobil mereka jadi tidak bisa bersaing.
"Sebagai contoh, jika kita merancang cangkir, kita sedang merancang yang bisa menahan panas hebat di India sampai cuaca dingin di Kanada, dan itu sia-sia (karena membuat harga jadi mahal)," imbuhnya.
Di Indonesia, Honda Jazz dijual mulai Rp 197 juta sampai Rp 225 juta. Harga ini oleh beberapa kalangan dinilai terlalu mahal untuk ukuran hatchback. (syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS