Undang-undang Uni Eropa mengenai standar emisi akhirnya membunuh Peugeot 206, sehingga mobil ini menjadi korban kesekian dari mobil-mobil dari merek lain yang juga ikut tertindas ketatnya standar emisi tersebut.
Akan tetapi, seperti dilansir Autocar, Senin (20/9/2010) masih ada kemungkinan untuk tetap memproduksi Peugeot 206 ini di beberapa kawasan di luar Uni Eropa, seperti Amerika Selatan, China dan Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Strategi Peugeot untuk 206 terbilang berhasil, karena model ini akhirnya menjadi mobil terlaris dari Peugeot dengan catatan penjualan melebihi 5 juta unit di tahun 2005, sebelum mengenalkan penggantinya 207 pada tahun 2006.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi