Hal tersebut diutarakan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan bermotor (GAIKINDO) Jongkie D Sugiarto. Ia mempertanyakan seberapa siap Pertamina menyediakan pasokan Pertamax sebanyak mungkin.
"Silakan (BBM Subsidi) dibatasi, tapi sebagai gantinya, Pertamina siap enggak menyediakan Pertamax dimana-mana? Sudah berapa banyak distribusinya?," tanya Jongkie, ketka berbincang dengan detikOto, Jumat (17/9/2010)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kan pekerjaan rumah juga buat Pertamina, karena seperti kita tau selama ini, Pertamax dengan Premium perbandingan distribusinya masih sangat jauh," tegas Jongkie.
Sehingga, segala kebijakan yang diterapkan terkait dengan pengurangan BBM bersubsidi menjadi sinkron dan tidak merugikan pihak manapun.
Sementara itu senada dengan produsen mobil lainnya, Jongkie menilai pembatasan BBM subsidi tidak akan menurunkan penjualan mobil.
"Semuanya masalah kebiasaan saja, toh saya yakin semua yang punya kendaraan juga mau mesin kendaraannya awet, ya gunakan BBM yang spesifikasinya sesuai dengan mesin," papar Jongkie.
Sehingga pembatasan BBM subsidi tersebut tidak akan sampai melemahkan daya beli masyarakat untuk membeli kendaraan, karena masih menurut Jongkie, dengan kendaraan baru, harusnya mereka bersemangat mengisi BBM non subsidi.
"Ujung-ujungnya bukan mana BBM bersubsidi atau non subsidi, tapi BBM yang sesuai atau tidak sesuai dengan standar mesin kendaraan kita," tutup Jongkie.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Cerita Prabowo Naik Maung: Atap Bocor, Bunyi Gledak-gledak
Jangan Kaget Lihat Harga Pertamax, Sekarang Tembus Rp 16.250/liter