Jaket Udara Cegah Kecelakaan Fatal

Jaket Udara Cegah Kecelakaan Fatal

- detikOto
Senin, 06 Sep 2010 16:25 WIB
Jaket Udara Cegah Kecelakaan Fatal
Jakarta - Pembalap Moto2 asal Jepang, Shoya Tomizawa mengalami kecelakaan naas dan tewas di sirkuit San Marino. Peristiwa yang dialami Tomizawa itu sangat mungkin terjadi juga di jalanan, karena itu perangkat keamanan pun harus segera ditingkatkan.

Nah untuk menghindari hal yang sama, keamanan pengendara motor pun harus ditingkatkan dan jaket ini sepertinya cocok untuk mengurangi tingkat kecelakaan.

Adalah sebuah jaket yang bisa menggelembung bernama Armored Air Jackets sepertinya cocok untuk mengurangi tingkat fatalitas sebuah kecelakaan. Sebab ketika terjadi kecelakaan sebuah tabung CO2 kecil di jaket ini terpicu untuk mengembangkan jaket hingga tidak akan membuat cedera parah ketika si pengendara jatuh dari motornya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

'Kita perlu menjaga keselamatan pemotor," ujar Vice President bidang Marketing Bowie Md yang memproduksi Armored Air Jackets, David Barbosa seperti detikOto kutip dari Detroit News, Senin (6/9/2010).

"Tujuannya adalah untuk melindungi organ utama dan leher dan saraf tulang belakang," tambahnya.

Presiden Perusahaan Stan Conley mengembangkan jaket udara ini di Asia empat tahun lalu. Sejak itu, dia bekerja untuk mengembangkan perangkat tambahan dan upgrade keamanan dan ukuran untuk pengendara AS.

Sistem keamanan yang dikembangkan di Armored Air Jackets memang terbilang unik. Jaket udara ini dirancang untuk memberikan bantalan, dukungan dan perlindungan bagi dada, tulang rusuk, punggung dan daerah leher.

Jaket ini akan mengembang dalam waktu setengah detik ketika terpicu karena penghubung antara jaket atau rompi ke motor sepeda ditarik terpisah. Hal ini kemungkinan besar terjadi ketika seorang pengendara terlempar di situasi tabrakan.

Untuk harganya, piranti keamanan unik ini dilepas dengan harga US$ 595 untuk model jaket dan US$ 250 untuk model rompi.

"Kami memiliki kesaksian dari orang-orang yang menggunakan jaket dan yang mengatakan itu menyelamatkan nyawa mereka," kata Barbosa.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads