Hal itu disampaikan oleh Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Agus Budi Hartono disela-sela sebuah diskusi di FCone, FX Sudirman, di Jakarta, Selasa (31/8/2010).
"Para pengguna mobil diharapkan sadar dan tidak lagi pakai bensin bersubsidi," ujar Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara kalangan mampu malah menikmati subsidi pemerintah lebih dari sepuluh kali lipatnya yakni mencapai Rp 120 ribu.
"Karena itulah yang merasa punya mobil produksi diatas tahun 2005 semestinya sadar dan tidak menggunakan bensin bersubsidi," tegas Agus.
"Kalau perlu nanti dikeluarkan stiker khusus untuk pengguna mobil yang berusia muda agar tidak bisa lagi mengisi bensin bersubsidi di SPBU. Aturan pembatasan bensin bersubsidi ini harus segera dibuat," pungkasnya.
Karena bila tidak, diperkirakan bulan Oktober mendatang jatah BBM bersubsidi akan habis. Dan tragisnya itu dihabiskan oleh pihak yang mampu dan seharusnya tidak menikmati subsidi untuk rakyat kecil ini.
"Konsumsi Premium kita 23,3 juta liter perbulan dan kita masih defisit," keluh Agus.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi