Beberapa waktu lalu terjadi fenomena aneh dimana ribuan fuel pump mobil yang mengkonsumsi Premium jebol, tapi anehnya hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab terkait fenomena tersebut.
Pertamina selaku produsen Premium menegaskan kalau barang jualannya itu memiliki kualitas dan spesifikasi yang bagus. Begitu pula dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang mengatakan telah meneliti kualitas Premium dan tidak menemukan kejanggalan di kualitas Premium.
Agen tunggal pemegang merek (ATPM) pun juga setali tiga uang dan mengatakan bahwa kualitas fuel pump yang mereka pasang di mobil yang mereka jual adalah produk dengan kualitas standar yang bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya ada pihak yang gentle mengakui kesalahannya. Jangan diam saja seperti ini," ujar Pujiyono Wahyuhadi yang merupakan Ketua Umum komunitas Karimun Club Indonesia di sela-sela sebuah diskusi di FCone, FX Sudirman, di Jakarta, Selasa (31/8/2010).
"Kalau dijumlahkan sudah ada ribuan mobil yang kena, kenapa masih diam saja," tambah Bagus Brawono dari Avanza-Xenia Indonesia Club (AXIC).
Kalau didiamkan seperti ini, pihak yang memiliki kepentingan di urusan bensin ini pun menurut keduanya seolah mengulur-ulur waktu dan seperti berharap masyarakat lupa akan hal itu.
"Mereka seperti buying time dan berharap kita lupa dengan isu ini. Itu kan tidak menyelesaikan masalah," tandas Puji.
"Kalau semua tetap bersikap seperti ini, di masa depan kejadian seperti ini pasti akan terulang dan terus terulang," imbuh Bagus.
Beberapa bulan yang lalu hingga kini, terjadi fenomena fuel pump mobil yang mengkonsumsi Premium jebol. Hal tersebut ditengarai terjadi akibat menurunnya kualitas Premium.
Dan sejak saat itu hingga kini belum ada pihak yang mau mengaku bertanggung jawab terkait fenomena tidak mengenakan tersebut.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk