Dalam 2010 FIA-Asia Pacific Rally Championship yang kini sedang berlangsung Alister sendiri menunggangi Proton Satrio Neo S2000 hatchback.
Lalu bagaimana pendapatnya ketika menunggangi Proton Satrio Neo S2000 di trek balap?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawancara yang tidak berlangsung lama itu, Alister mengungkapkan jika hatchback Proton Satrio Neo S2000 tidak kalah dengan mobil asal Jepang dan Eropa.
"Tidak kalah baik dengan mobil dari Jepang dan Eropa. Proton Satrio Neo S2000 mampu menunjukkan performanya. Memang mobil tersebut sudah dimodifikasi sesuai ketentuan balap, tetapi jika dibandingkan dengan mobil Jepang ataupun Eropa tidak kalah baik," tandas Alister.
Lebih lanjut menurutnya Alister karakter mesin Proton Satrio Neo S2000 cukup responsif di lintas balap. Tidak ada gejala yang menganehkan pada mesinnya. "Mesin sangat responsif, tidak ada masalah apapun," ucap Alister yakin.
Alister sendiri ketika di ajang Reli Asia Pasifik 2010 menggunakan mesin berkapasitas 2.0 liter. Mesin tersebut telah dimodifikasi hingga dapat mengeluarkan performa yang baik.
Selain itu letak kenyamanan lainnya menurut Alister ketika menunggangi Proton Satrio Neo S2000 adalah pada suspensi mobil hatchback tersebut.
Alister menjelaskan karakter suspensi sangat mendukung sehingga trek demi trek sanggup dilalui.
"Suspensinya enak, trek manapun bisa dilalui. Pokoknya tidak kalah dengan lawan," ujar pria yang pernah 5 kali menjadi juara Reli Inggris itu.
Dalam kesempatan yang sama, Alister mengungkapkan jika ingin menjuarai Reli Asia Pasifik 2010 bersama tim yang didukungnya saat ini. "Saya ingin menang bersama Proton," harapnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas