Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMK 1 Singosari, Bagus Gunawan kepada detikOto.
SMK 1 Singosari sendiri adalah satu dari lima SMK yang sedang mengembangkan mobil nasional bernama Esemka. Merek Esemka ini sendiri sekarang sudah memiliki dua mobil yakni sport utility vehicle (SUV) bernama Rajawali dan double cabin bernama Digjaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika aparatur pemerintahan sudah mau memakai mobil nasional, maka dengan sendirinya kelangsungan hidup mobnas akan tumbuh. Keyakinan calon konsumen pun bisa dibangun dari hal itu.
"Entah itu mobil nasional hasil karya pemerintah atau swasta, kalau didukung seperti itu saya yakin bisa berkembang. Dan ketika itu berkembang, akan ada kebanggaan di hati masyarakat kita," tambahnya.
Saat ini memang telah ada beragam mobil garapan anak-anak bangsa yang masih belum tersentuh perhatian dari pemerintah. Mobil-mobil seperti GEA, Tawon, Komodo dan Esemka harus banting tulang untuk mengembangkan mobil nasional ini.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu