Dengan adanya angka 60 ribu unit tersebut, berarti pabrikan Jepang berlogo H ini menaikkan target penjualannya, dari yang sebelumnya hanya 47 ribu unit pertahun.
"Optimisme terpancar dari semakin membaiknya kondisi pasar di Indonesia, sehingga kami yakin kenaikan target 60 ribu unit tersebut bisa tercapai," ujar Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy, di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di bulan Juli lalu, Honda juga mencatatkan rekokr penjualan mereka yang tertinggi untuk tahun 2010 ini, dengan perolehan sebanyak 6.006 unit.
New Honda Freed di bulan pertama kehadirannya berhasil menyumbang penjualan Honda sebanyak 1.365 unit. Sehingga, penjualan Freed sepanjang tahun ini mencapai 7.109 unit.
Sementara model terlaris Honda Jazz, Juli lalu terjual sebanyak 1.920 unit, disusul oleh SUV terlaris mereka All New CR-V yang terjual sebanyak 1.606 unit.
Di segmen yang lain, All New Odyssey bisa terjual sebanyak 32 unit, All New City terjual 449 unit, New Civic terjual sebanyak 339 unit dan Honda Accord terjual 295 unit.
Sambut Lebaran, Honda Tak Naikkan Produksi
Menyambut lebaran, beberapa ATPM memprediksikan permintaan mobil akan meningkat. Namun Honda mengatakan, kenaikan permintaan tersebut tidak akan signifikan.
"Paling hanya dibawah 5 persen saja, sehingga tidak perlu sampai menaikkan produksi kita," ujarnya.
Jonfis menambahkan, kapasitas produksi pabrik Honda sejauh ini sudah maksimal, sehingga akan sulit bila harus dinaikkan lagi kapasitas produksinya.
Sehingga, pabrikan Jepang berlogo H ini hanya perlu melakukan produksi silang, untuk mengantisipasi kenaikan permintaan mobil Honda menjelang lebaran tersebut.
"Kalau Honda CR-V sedang banyak, maka Honda Jazz bisa kita kurangi, agar bisa dipakai oleh CR-V, seperti itulah, saling menyilang saja, sesuai kebutuhan," ujarnya.
Pabrik Honda sejauh ini bisa memproduksi unit-unit mobilnya dengan volume yang bisa dikerjakan mencapai 50.000 unit pertahunnya.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas