ATPM dan Pertamina Selidiki Bareng Fuel Pump Jebol

Fuel Pump

ATPM dan Pertamina Selidiki Bareng Fuel Pump Jebol

Syubhan Akib, Muhammad Ikhsan - detikOto
Jumat, 13 Agu 2010 13:28 WIB
ATPM dan Pertamina Selidiki Bareng Fuel Pump Jebol
Jakarta -

Pertamina masih enggan mengakui kalau Premium buatannya memiliki kualitas buruk yang menyebabkan ribuan feul pump mobil jebol.

Pertamina tetap yakin kalau Premium yang dijualnya memiliki kualitas yang baik dan masih dalam batas standar.

"Penelitian kita sih begitu," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Jaelani Sutomo kepada detikOto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal meski tidak secara eksplisit menyebut Premium sebagai biang kerok penyebab ribuan fuel pump jebol, penelitian internal produsen mobil dan perusahaan taksi menduga Premium-lah yang menjadi pangkal masalah.

"Penelitian masih berlanjut terus sampai sekarang. Pertamina meneliti, ATPM meneliti. Janganlah kita saling menyalahkan," tandas Djaelani.

Djaelani menjelaskan bahwa penelitian dan pengawasan kualitas Premium akan terus dilakukan pihaknya. Bukan saat ini saja, tapi sampai ke masa mendatang.

"Penelitian dan pengawasan ini belum selesai. Ini adalah pekerjaan long term. Jadi ayo kita sama-sama saling mengawasi," katanya.

Beberapa waktu lalu memang terjadi fenomena aneh dimana ribuan fuel pump mobil jebol. Banyak kalangan menduga hal ini disebabkan karena kualitas bahan bakar khususnya Premium yang memburuk.

Sebab mobil yang jebol bukanlah hanya satu merek, melainkan merata di hampir seluruh merek mobil yang ada.

"Kalau untuk itu, kita tunggulah hasil penelitian independen," pungkasnya.

Sementara itu untuk menyelidiki penyebab fuel pump jebol PT Toyota-Astra Motor mengirimkan sampel sebanyak 15 fuel pump rusak ke Toyota Jepang.

"Beberapa hari lalu kita telah mengirim sebanyak 15 fuel pump rusak untuk dijadikan sample dan diteliti penyebab kerusakan," ujar Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor Joko Trisanyoto usai berbuka puasa bersama di kawasan Agus Salim Jakarta, Kamis 12 Agustus 2010 malam.

Hingga kini, Toyota belum mendapatkan penyebab fuel pump jebol. "TMC (Toyota Motor Corp) yang sedang menyelidiki. Belum tahu kapan hasilnya keluar," tegas Joko.

Permintaan fuel pump pun melonjak hingga 400 unit 3 bulan terakhir, dimana sebelumnya permintaan fuel pump hanya berkisar 80-90 unit setiap bulannya.

Joko pun tidak dapat menjelaskan mengapa terjadi peningkatan yang cukup signifikan atas fuel pump 3 bulan terakhir, terkait dengan isu buruknya kualitas bahan bakar premium dalam negeri. "Kita tidak tahu penyebabnya, kenapa kenapanya kita tidak ingin berspekulasi," tutur Joko.

Beberapa komponen fuel pump didatangkan TAM dari Thailand, diantaranya untuk mobil berbahan bakar premium di RI. Kendati demikian, TAM tidak ingin berburuk sangka terkait dengan banyaknya fuel pump mobil Toyota yang jebol. "Yang paling penting tunggu hasilnya, soalnya kita tidak tahu ada apa ini," tutup Joko.

(ikh/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads