BPPT Siap Uji Ketahanan Helm

BPPT Siap Uji Ketahanan Helm

- detikOto
Rabu, 11 Agu 2010 07:30 WIB
BPPT Siap Uji Ketahanan Helm
Jakarta - Selama ini pelaksana teknis dalam uji ketahanan helm sebelum beredar di masyarakat dijalankan oleh B4T, suatu badan bersifat legal di bawah Kementerian Perdagangan.

Hal itu dirasa itu tidak cukup dan perlu lembaga tambahan. Selaini itu letak pengujian juga menjadi kendala untuk pengujian helm. B4T kini berada di Bandung, Jawa Barat.

Nah, sehubungan dengan itu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berencana membangun laboratorium uji ketahanan helm yakni Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS). B2TKS salah satu balai di bawah BPPT. Letaknya pengujian di Serpong, Tangerang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Metode pengujian hampir sama dengan B4T.Β  Ada 9 pengujian yang kita lakukan," kata Operator B2TKS Dwiyanto kepada detikOto di BPPT, Jakarta.

Namun menurutnya, dengan sejumlah pengujian itu dirasa sudah cukup. Jika sifat helm kuat maka boleh dijual bebas. "Itu sudah cukup," yakinnya.

Metode pengujian ala B2TKS diantaranya adalah :

1. Uji penyerapan kejut atau uji impact. Helm siap dijatuhkan dengan ketinggian tertentu sehingga mancapai kecepatan 10 m/s saat berbenturan dengan logam.

2. Uji penetrasi. Paku dijatuhkan kebagian atas helm, jika paku tembus maka helm tidak lulus uji.

3. Uji ketahanan tali pengait. Beban kejut 10 kg dijatuhkan kebawah terhadap sabuk dagu helm. Perpanjangan dinamik dan statis tidak boleh melebihi 3 cm. Jika helm terbuka lebar makan helm tidak lulu uji.

4. Uji efektivitas sistem penahan atau beban kejut yang bersinggungan dari arah depan pada mahkota helm yang mensimulasi kecenderungan kekakuan dari helm untuk mengangkat dan menggelinding kearah depan muka pengguna pada saat berhenti mendadak.

5.Uji impak miring.

6. Sifat mudah terbakar.

7. Uji ketahanan terhadap keausan dari tali pemegang.

8. Uji pergeseran tali pengait.

9. Uji pelindung dagu.

B2TKS sendiri telah disertifikasi oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) untuk menguji helm-helm dari para produsen helm di tanah air. Jika tidak ada halangan, selepas Lebaran B2TKS akan mulai menguji helm sebelum dijual bebas.

"Saat ini sedang persiapan. Salah satunya memasang sensor yang kita impor dari Korea," tutup Dwi.

(ikh/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads