Maka itulah kini YLKI sedang mengadakan sebuah penelitian independen mengenai hal itu agar diketahui benar duduk perkara fenomena ini.
"Kita sudah kumpulkan data, penelitian kini sedang berjalan," ungkap Divisi
Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sularsi ketika berbincang melalui telepon dengan detikOto, Selasa (27/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah ada konsumen yang mengadukan Premium dan banyak sekali yang bertanya tentang hal ini. Itulah kenapa kita buat penelitian ini," ujarnya.
Beberapa minggu belakangan fenomena fuel pump jebol memang banyak terjadi. Armada taksi terbesar di Indonesia bahkan harus mengganti hingga 1.200 fuel pump mobil akibat fenomena ini.
Dan akhirnya Menteri Energi Sumber Daya Mineral Darwin Zahendy Saleh tak
menampik jika ada kemungkinan penurunan kualitas premium produksi pertamina. Meski kementerian ESDM belum memastikan apakah penurunan kualitas itu terjadi saat produksi di pertamina, atau saat distribusi.
"Saya memang belum mendapat laporan lengkap. Tapi kemungkinan penurunan kualitas itu ada," kata Darwin, di Mataram, Selasa (27/7/2010) saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Gerakan Menuju Indonesia Bebas Pemadaman Listrik Bergilir.
Pertamina menurutnya harus dengan penuh wibawa mengakui kesalahan mereka.
"Pak menteri saja sudah berani mengakui kemungkinan penurunan kualitas Premium itu, masak Pertamina yang menjadi pemilik produk tidak berani," tandasnya.
Kebesaran hati Pertamina mengakui adanya penurunan kualitas Premium yang akhirnya menyebabkan ribuan fuel pump mobil jebol akhirnya akan mempermudah penyelesaian masalah ini nantinya.
"Karena semuanya bisa dibicarakan. Sekali lagi, jangan sampai Pertamina digugat oleh konsumen, nanti malu sendiri dan panjang urusannya," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil