Konversi BBM ke BBG tersebut pun diharapkan bisa menjadi solusi paling realistis menghijaukan bumi dibandingkan dengan memasarkan mobil listrik atau bahkan hibrid.
Namun Boediono harus mempertegas kembali wacana tersebut agar semua masyarakat mengerti dan tidak salah tangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau tujuan dan arahnya jelas, maka pabrikan pun menurut Joko akan lebih mudah bergerak karena sebetulnya mereka sudah memiliki teknologi di bidang ini.
Sebab saat ini hampir semua pabrikan memiliki mobil yang mampu melahap gas sebagai bahan bakarnya. Pabrikan-pabrikan itu sebenarnya tinggal memilih saja, produk mana yang ingin mereka bawa karena pabrikan mereka juga sudah siap secara teknologi.
"Teknologi gampang, yang penting jelas arahnya dan konsisten," ujarnya. "Pemerintah juga harus menyediakan SPBU BBG di Indonesia sebelum melakukan konversi, apakah pemerintah siap?," tandasnya.
Sebelumnya Wapres Boediono sempat mencetuskan wacana konversi dari BBM ke BBG di pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2010 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta.
"What can you do industri otomotif Indonesia bersama-sama pemerintah, paling tidak bertahap menggantikan BBM ini. Ada satu teknologi yang sudah di depan mata kita yang sebenarnya tinggal satu sampai dua langkah lagi untuk bisa mengurangi polusi di kota besar yakni mengkonversi BBM ke BBG," cetusnya.
Gas menurut Boediono merupakan salah satu alternatif karena persediaannya jauh lebih besar dari minyak bumi yang saat ini makin berkurang. "Dengan mengubah BBM menjadi BBG di kota besar maka akan signifikan mengurangi emisi di negara kita," tandasnya. (syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!