Pertamina sudah menjamin Premium yang dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.
Namun agar kerugian tidak meluas akibat fuel pump roda empat rusak, Pertamina harus menyelidiki secara teliti menyangkut premuim yang tersebar luas saat ini.
Langkah untuk menguras tangki pendam milik SPBU juga harus dilakukan agar lebih efektif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau perlu, dan memang terbukti ada campurannya, Pertamina harus menelusuri SPBU yang ada di Jakarta," kata Suhari.
Suhari pun menjelaskan Pertamina harus secara intensif memeriksa SPBU-SPBU yang mengakibatkan kerugian pengendara roda empat. Bukan tidak mungkin, pemeriksaan secara ilmiah juga harus dilakukan oleh Pertamina agar hasilnya lebih tepat dan tidak banyak asumsi.
Soalnya, kini banyak SPBU-SPBU yang dituding berbuat nakal, dan melakukan prosedur di luar pengawasan Pertamina.
"Dan harus juga secara ilmiah, cari tahu campurannya apa. Dan tidak
sembarangan," saran Suhari.
Setelah menjalani tahap penelitian dan terbukti, lanjut Suhari maka ketahuan siapa yang akan bertanggungjawab. "Pihak Pertamina atau SPBU," ucapnya.
Puluhan bahkan ratusan mobil yang ditenggarai fuel pump-nya rusak akibat
menggunakan BBM premium. Dari komunitas hingga pengguna mobil lainnya. Lebih dari itu, salah satu bengkel Honda mendapati fuel pump mobil Honda sampai hancur jadi bubur. (ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans