Menperin: Mobil Murah Bisa Dinikmati Tahun Depan

Menperin: Mobil Murah Bisa Dinikmati Tahun Depan

- detikOto
Jumat, 16 Jul 2010 18:13 WIB
Menperin: Mobil Murah Bisa Dinikmati Tahun Depan
Jakarta - Pemerintah rencananya akan mengeluarkan mobil murah untuk rakyat melalui program mobil murah dan green car. Rencananya tahun depan mobil murah tersebut sudah dapat dinikmati oleh masyarakat.

"Mungkin tahun depan," ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Jumat (16/7/2010).

Meski begitu, Hidayat enggan menyebutkan merek-merek apa saja yang ikut berpartisipasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belum bisa saya beritahu karena hal ini menyangkut beberapa butir perjanjian," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengapresiasi hal tersebut. "Ini memang merupakan tugas pemerintah untuk menyediakan mobil murah untuk rakyat. Saya senang itu bisa terealisasi," ujarnya.

Seperti telah sering diberitakan, pemerintah saat ini sedang menggodok rencana melahirkan mobil murah untuk rakyat Indonesia dengan harga sekitar Rp 75-80 juta.

Beberapa produsen yang sebelumnya menyatakan akan membuat mobil murah adalah Daihatsu dengan F-Konsepnya, dan Nissan. Toyota sendiri mengaku sulit membuat mobil murah di bawah Rp 90 juta, dan memilih ikut mengembangkan mobil murah dengan Daihatsu.

Pemerintah menargetkan kandungan komponen lokal proyek mobil murah dan ramah lingkungan (green car and low cost car) mencapai 80%.

"Kalau bisa kandungan lokal 80%. Kita lihat mereka (prinsipal) sepertinya sanggup, akan mengupayakan. Saya tetap targetnya 80%, jadi ada step untuk mandiri," ujar Hidayat beberapa waktu lalu.

Hidayat menjelaskan, sesuai dengan program pemerintah rencananya batasan harga mobil murah tersebut kurang lebih US$ 8.000 per unit. Diharapkan mobil ini menjadi produk yang irit bahan bakar hingga 22 km per liter.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah maupun para prinsipal Jepang masih menunggu proposal kedua belah pihak. Pemerintah siap memberikan insentif yang diminta oleh para prinsipal sesuai yang diinginkan.

"Empat prinsipal dari Jepang menyambut dan mereka mau berlomba menyambut business plan atau proposal tersebut," jelasnya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads