Angka tersebut belum termasuk pemasukan penjualan komponen yang kemungkinan akan menghasilkan omset sebesar Rp 1,3 triliun.
"Cara paling gampang menghitung omset kami, ya kalikan saja harga rata-rata mobil Toyota, Rp 110 juta dengan angka 240 ribu (target penjualan mobil Toyota di Indonesia)," ujar Presiden DirekturΒ PT Toyota-Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Kamis (7/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun begitu, jalan untuk mencapai angka tersebut menurut Johnny tidaklah mudah. Ada berbagai isu yang menghalangi pertumbuhan industri otomotif di Indonesia.
"BBN dan pajak Progresif sudah pasti, kini masih ada lagi isu tarif dasar listrik, tingginya harga baja dan beberapa isu lain. Isu-isu ini mempengaruhi industri otomotif kita," imbuhnya.
Dan sebagai gambaran, saat ini hingga semester I-2010 Toyota telah berhasil menjual 138.358 unit mobil di Indonesia. Bisa jadi omset Toyota tersebut akan lebih tinggi.
Terlebih di semester II-2010 ini ada fenomena tahunan yakni Hari Raya Lebaran yang biasanya berhasil mengangkat penjualan.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih