Konsumen fanatik, serta segmentasinya yang berkaitan dengan emosional dan bukan rasional dalam memiliki sebuah kendaraan menjadi senjata kunci ketenangan para ATPM mobil premium tersebut.
Seperti misalnya PT Grand Auto Dinamika, sebagai distributor resmi mobil Jaguar di Indonesia, yang menyatakan ketidakkhawatirannya terhadap rencana kenaikan pajak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pula dengan PT Garuda Mataram Motor sebagai pemegang merek Audi di Indonesia. Melalui General Managernya, Imelda Muhidin, mengatakan tidak masalah pajak barang mewah naik.
"Kita sih tidak masalah, toh semua merek juga mengalami hal yang sama, selama itu bareng-bareng, ya tidak masalah," ujarnya di Audi Center MT Haryono, Jakarta.
Meskipun kenaikan pajak barang mewah tersebut bakal mempengaruhi harga jual, namun dikatakan oleh keduanya tidak akan signifikan menurunkan penjualan mobil-mobil mewah mereka.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih