Proton Belum Tahu Mobil Yang Ditukar dengan Panser

Proton Belum Tahu Mobil Yang Ditukar dengan Panser

- detikOto
Kamis, 10 Jun 2010 09:39 WIB
Proton Belum Tahu Mobil Yang Ditukar dengan Panser
Jakarta - Produsen mobil Malaysia Proton mengaku belum mengetahui mobil mana yang akan dibarter dengan panser dari PT Pindad. Proton menilai barter panser dari Pindad dengan mobil Proton akan mempererat hubungan kedua negara.

"Kami sangat mendukung karena ini membawa efek yang baik bagi kedua negara," ungkap Head of Marketing Communications PT Proton Edar Indonesia Norita M Noh ketika berbincang dengan detikOto.

Lebih lanjut Norita menjelaskan bahwa kesepakatan untuk membawa mobil dari Proton dalam hubungan kedua negara merupakan salah satu kesepakatan yang tercapai ketika lawatan Presiden SBY ke Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu itu ada pembicaraan antara Presiden Indonesia dengan Perdana Menteri Malaysia dan pimpinan Proton. Di pertemuan itu Proton menjadi salah satu instrumen kesepakatan di samping hal lain seperti pendidikan dan lain-lain," papar Norita.

Namun meski begitu, Proton di Indonesia belumlah tahu model mobil ProtonΒ  manakah yang akan dibarter dengan Panser produksi Pindad tersebut.

"Kalau model kita belum tahu, tapi yang jelas kami sebagai sole distributor di Indonesia mendukung hal itu," tegasnya.

Sebelumnya Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan pihak Malaysia telah memastikan pesanan panser dari PT Pindad senilai US$ 80 juta.

Namun pihak Malaysia mensyaratkan sebanyak 25% dari total transaksi dibarter (trade off) dengan produk unggulan Malaysia yaitu sedan Proton.

Hidayat pun secara tersirat tertarik dengan model kesepakatan untuk pembelian 32 unit Panser dari Pindad tersebut. Sebab mobil-mobil dari Proton itu menurutnya akan juga berguna di Indonesia, digunakan sebagai taksi misalnya.

"Dia (Malaysia) minta pesanan dalam waktu setahun, dia mengajak trade off dengan barangnya Malaysia. Kira-kira 25% trader dengan barang mereka. Proton, kita butuh juga kan untuk taksi, lagi sedang dihitung," kata Hidayat.


(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads