Tapi DPRD yang membahas masalah itu beranggapan pajak progresif ini penting. Selain untuk mengajari masyarakat agar tidak hidup mewah-mewahan, hadirnya pajak progresif ini pun juga meningkatkan pendapatan pemerintah provinsi.
Karena bila di tahun 2009 lalu penerimaan pemerintah daerah DKI Jakarta hanya berkisar di angka Rp 2,7 triliun di tahun 2010 ini angka tersebut diharapkan akan meningkat hingga Rp 3 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
rambu-rambu atau fasilitas-fasilitas seperti trotoar dan lainnya," jelas Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana kepada detikOto.
Jadi menurut Tri Waksana, lahirnya skema pajak progresif ini secara tidak langsung akan dirasakan juga oleh para pengguna kendaraan yang membayar pajak tersebut.
"Secara tidak langsung masyarakat akan mengambil untung juga," pungkasnya.
Rencananya DPRD DKI Jakarta akan segera memutuskan mengenai pajak ini pada hari Kamis (3/6/2010) mendatang dengan skema pajak Progresif maksimal 4 persen.
"Untuk kendaraan pertama akan sama seperti pajak kendaraan bermotor yang besarnya 1,5 persen, yang kedua 1,75, yang ketiga 2,5 dan yang keempat dan
seterusnya 4 persen," paparnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?