Pakai Gambar Einstein Berotot dan Bertato, GM Dituntut

Pakai Gambar Einstein Berotot dan Bertato, GM Dituntut

- detikOto
Selasa, 01 Jun 2010 09:56 WIB
Pakai Gambar Einstein Berotot dan Bertato, GM Dituntut
Jerussalem - Universitas Hebrew Jerussalem yang memiliki hak cipta atas nama dan seluruh hal tentang Albert Einstein marah melihat iklan GMC Terrain yang ditayangkan oleh produsen mobil Amerika, General Motors (GM).

Karena selain tidak meminta izin, gambar Einstein yang ada di iklan GM ini pun tergolong cukup nyeleneh. Karena itulah, universitas pun menggugat produsen yang bermarkas di kota Detroit ini ke pengadilan.

Pada iklan SUV terbaru dari GM itu, Einstein tampil bertelanjang dada dan memperlihatkan bentuk perut six pack serta sebuah tato 'e = mc2' di lengan kirinya. Tak lupa 'Einstein' memamerkan celana dalamnya yang berwarna putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di samping gambar Einstein yang seksi itu terdapat tulisan 'Ide juga bisa tampil seksi'.

"Tato, gambar Dr. Einstein bertelanjang dada dengan celana dalamnya yang terlihat tidak layak untuk dikonsumsi publik dan mencederai hak universitas yang berkepentingan menjaga foto dan sejenisnya dari ilmuwan, aktivis politik dan kemanusian tersebut," ujar penasihat hukum universitas seperti detikOto kutip dari Freep, Selasa (1/6/2010).

"Mereka harus tahu, Anda tidak bisa begitu saja menggunakan suatu gambar," timpal professor University of Detroit Mercy, Michael Bernacchi.

Meski begitu, GM sendiri menolak dikatakan melanggar lisensi universitas. Sebab segala materi iklan dipercayakan GM kepada biro iklan mereka yang memiliki hak atas gambar tersebut.

"Kami menggunakan perusahaan terkenal dan terkemuka untuk lisensi gambar. Itu menjadi jaminan bahwa mereka memiliki hak penggunaan yang tepat," elak juru bicara GM, Ryndee Carney.

Einstein sendiri meninggal pada tahun 1955 silam dan mempercayakan seluruh haknya kepada Universitas Hebrew Jerusalem.

Meski begitu, menurut majalah Forbes, Einstein ada di posisi keempat sebagai 'almarhum selebriti' terproduktif dengan penghasilan US$ 18 juta pertahun.
(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads