Berangkat dari diler Mazda Pondok Indah dengan garis finish di diler Mazda Bandung. Melintasi tol lingkar luar, tol Jakarta-Cikampek dan tol Cipularang, dengan iring-iringan sebanyak 10 mobil.
Kami berkesempatan manjajal mobil Mazda2 sedan dengan transmisi otomatis. Saat melakukan perpindahan gigi matik, masih terasa ada jeda dan tidak halus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rute yang didominasi jalan lurus dan sedikit tanjakan panjang serta tikungan cepat pada ruas Cipularang, kami pun berkonsentrasi pada respons mesin dan
perilaku suspensi saat menikung kecepatan tinggi.
Mesin Mazda2 Sedan yang sama dengan varian hathback, 1.498 cc 4-silinder Variable Valve Timing (VVT), mampu melesat hingga kecepatan sampai 180 km/jam.Β
Dengan kondisi jalan lurus, kemudi masih terasa nyaman dan stabil.
Meski begitu, pada jalanan menikung kita harus menyesuaikan kondisi mobil yang panjang. Ada perlakukan khusus, seperti kondisi limbung masih terasa (overstir).
Mengatasinya dengan angkat gas kurangi kecepatan dan melakukan counter-counter mengembalikan posisi ke kondisi awal.
Suspensi kenyamanan untuk dalam kota sudah bagus, tidak terlalu keras. Jalan pelan di aspal bergelombang, benturan bisa diredam dengan baik.
Walau dapat tambahan buntut, Mazda2 Sedan sama lincahnya dengan varian hatchback. Perombakan hatchback ke sedan tidak cuma menambah bagasi, tapi Mazda2 sedan sedikit di modifikasi sehingga tampak lebih stylish tanpa mengenyampingkan volume bagasi.
Secara umum mobil ini sangat nyaman untuk dipacu melesat keluar kota. Desain stylishnya membuat orang yang melihat kepincut untuk dapat memilkinya.
(mpr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
Ini Masalah Teknis yang Bikin Taksi Listrik Berhenti di Perlintasan KA