Dan langkah PT Minerva Motor Indonesia (MMI) untuk melawan isu itu pun tidak berhenti sampai di situ.
"Desain R150 VX yang menjadi penggati R150 sudah kami patenkan," ujar Presiden Director MMI, Kristianto Goenadi disela test ride Minerva R150 VX di Bandung, akhir pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah banyak tanggapan negatif, kami langsung meminta Megelli membuat disain baru khusus untuk pasar Indonesia," tambah Kristianto.
Dengan langkah tersebut, Kristianto berharap tanggapan kurang baik dapat direduksi.
"Karena kita ingin yang terbaik untuk konsumen Indonesia," tandasnya.
R150 VX sendiri baru saja diluncurkan beberapa waktu lalu dengan disain sporty yang memiliki garis desain tegas.
Lekukan tajam yang dinamis terutama pada disain tangkinya secara langsung membuat motor yang menggendong mesin 150 cc tersebut semakin up to date.
Terlebih untuk bagian kaki-kaki, Minerva mengaplikasi suspensi upside down di bagian depan dan monoshock di belakang.
Sementara untuk sektor dapur pacu, mesin 150 cc, SOHC Oil Cooler Advance Balancer yang digendongnya memiliki tenaga puncak hingga 13,5 dk dengan torsi mencapai 10,5 Nm.
Dan meski baru diluncurkan pada akhir bulan lalu atau tepatnya 27 April 2010 silam, motor sport ini diklaim Minerva sudah terjual 1.600 unit.
Angka penjualan yang cukup tinggi itu menurut Kristianto banyak disumbangkan oleh penjualan di pulau Jawa.
"Jawa masih mendominasi sampai 50 persen. Jakarta paling banyak peminatnya, Jawa Timur juga," ujarnya.
Karena itulah Kristianto yakin target penjualan hingga 30.000 unit pertahun dapat terealisasi. Sebab pasar motor sport terbilang masih potensial dan belum digarap dengan baik oleh pabrikan-pabrikan motor besar yang ada.
"Pabrikan-pabrikan masih fokus di motor bebek dan skutik, padahal pasar motor sport bisa diperbesar. Karena itu kami yakin dengan Minerva R150 VX ini," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?