Esemka yang akan diluncurkan dalam dua model yakni Sport Utility Vehicle (SUV) bernama Rajawali dan double cabin bernama Digdaya ditargetkan dapat terjual hingga 2.400 unit per tahunnya.
"Jadi produksi satu bulannya 100 unit untuk masing-masing model," ungkap Corporate Secretary PT Autocar Industri Komponen (AIK) Oki Sanyoto kepada detikOto akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oki berpendapat bahwa target yang mereka tetapkan tidaklah tinggi dan malah cenderung konservatif. Sebab kelompok yang disasar Esemka adalah para kepalaΒ sekolah dan guru-guru terlebih dahulu.
"Bayangkan saja, ada sekitar 7.000 SMK yang ada di Indonesia, kalau saja kepala sekolah dan gurunya membeli hasil karya muridnya ini, Esemka tentu akan maju," tandasnya.
Kedua mobil ini sendiri dirakit dan dikembangkan oleh lima SMK yakni SMK 2 Solo, SMK 5 Solo, SMK Muhammadiyah Borobudur dan SMK 1 Singosari dengan mengusung tiga pilihan mesin bensin dan 1 mesin diesel.
Untuk mesin bensin, Esemka akan tersedia dalam kapasitas 1.8 liter, 2.000 cc dan 2.200 cc, sedangkan untuk diesel Esemka akan tersedia dengan mesin 2.500 cc.
"Mesin-mesin itu untuk kedua model," ujar Oki.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Modal Peluit, Jukir Liar di Minimarket Bisa Dapet Rp 9 Juta/Bulan