Minerva Takkan Turunkan Spesifikasi Fischer

Minerva Takkan Turunkan Spesifikasi Fischer

- detikOto
Senin, 17 Mei 2010 07:43 WIB
Minerva Takkan Turunkan Spesifikasi Fischer
Jakarta - Pabrikan motor Minerva dipercaya produsen motor sport Amerika, Fischer untuk memasarkan motor sporty Fischer MRX 650 di Indonesia. Minerva pun akan segera
memboyong motor ini ke tanah air.

Bagusnya lagi, PT Minerva Motor Indonesia (MMI) tidak akan mengutak-utik motor yang merupakan hasil garapan Dan Fischer ini seperti motor-motor lain dan akan memasarkannya dengan spesifikasi yang sama dengan motor yang dipasarkan di Amerika.

Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Director MMI Kristianto Goenadi dalam pesan singkatnya kepada detikOto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keseluruhannya memakai engine yang sama dengan yang dipakai Fischer plus parts keseluruhan, sama dengan yang dipakai Fischer untuk pasar USA dan seluruh
dunia," ungkapnya.

Dengan begitu, kehadiran Fischer 650 ini tentu harus dipertimbangkan semua kompetitornya dan akan ditunggu para pecinta roda dua tanah air yang penasaran
dengan rupa asli motor ini.

Sebab untuk urusan dapur pacu, Fischer yang berbasis di Maryland AS ini mempercayakan mesin V-Twin milik Hyosung 650 cc dari Korea dengan transmisi enam percepatan.

Mesin yang memiliki kapasitas bersih 647 cc ini juga sudah dilengkapi dengan liquid-cooled dan mampu memuntahkan tenaga hingga 80 hp pada putaran 9.550 RPM dengan torsi mencapai 52 hp pada 7.500 RPM.

Tidak itu saja, Kristanto pun mengungkapkan bahwa mereka bahkan akan memakaikan beragam part racing agar sensasi berkendara menggunakan Fischer MRX 650 ini
makin terasa.

"(Motor ini akan) Memakai beberapa spare part racing seperti brembo untuk brake system, ohlin untuk suspensi atau shock absorber, regina Italy untuk drive
chain-nya," jelas Kristanto.

Namun sayang Kristanto enggan membocorkan berapa banderol harga yang kira-kira akan dikenakan untuk motor anyar mereka ini.

Karena di Amerika saja harganya sudah sekitar US$ 7.999 atau sekitar Rp 72,8 jutaan. Angka tersebut tentu akan membengkak mengingat banyaknya pajak yang
harus dibayarkan bila sebuah kendaraan ingin masuk Indonesia.


(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads