Pria yang biasa disapa Om Chia ini meninggal pukul Selasa (4/5/2010) malam pukul 23:30 WIT di rumah sakit Prima Medika Denpasar, Bali.
Om Chia sudah sekitar 4 bulan terbaring di rumah sakit melawan komplikasi yang dideritanya akibat kanker prostat yang dideritanya. Om Chia mulai sakit-sakitan setelah ditinggal istri tercinta setahun lalu. Om Chia kini berdomisili di Denpasar mengikuti anaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria berusia lebih dari 80 tahun itu sudah sejak lama dikenal sebagai rajanya motor 2 tak underbone Suzuki, bahkan motor hasil racikannya pernah mengalahkan racikan Suzuki Malaysia.
Dan ketika bendera 2 tak mulai redup dan digantikan era 4 tak, Om Chia ternyata tidak sampai kehilangan tajinya dan membuktikan bahwa dia belum habis meskipun usia sudah tidak lagi muda.
Dengan kepergiannya, dunia adu pacu roda dua Indonesia tentu merasa kehilangan, terutama dunia balap kita yang saat ini masih terus bergeliat.
Menurut Brand Manager TOP 1 Derrick Surya yang pernah menjenguk Om Chia di Bali, dunia otomotif kehilangan sosok Om Chia yang juga sempat mengasuh rubrik konsultasi mesin di detikOto hingga akhir tahun 2009 lalu.
"Bulan kemarin kita datang ke RS di Denpasar, memang kondisinya sudah lemah, kritis. Anak-anak Om Chia sudah merelakan," ujarnya.
"Kita terus terang kehilangan legenda otomotif yang telah banyak membantu TOP 1," ujarnya.
Bersama Suzuki dan TOP 1, Om Chia membentuk tim balap Suzuki TOP 1 Chia Felix dengan pembalap Owie Nurhuda.
"Om Chia sempat meminta dikuburkan di dekat makam istrinya di Jakarta," ujarnya.
Meski dekat dengan Suzuki dan TOP 1, Derrick menuturkan, bukan hanya Suzuki dan TOP 1 yang kehilangan sosok Om Chia, tapi seluruh kalangan otomotif tanah air.
Deputy GM Marketing 2w Suzuki Joko Utomo menuturkan Om Chia yang sempat membalap dengan motro BSA pun ikut membesarkan Suzuki. "Beliau sudah memberikan kontribusi bagi cikal bakal Suzuki," ujarnya.
Hal yang sama dituturkan oleh Tommy Ernawan, pembalap Suzuki di era tahun 1977.
"Saya kan masuk di Suzuki tahun 1977, Om Chia sudah ada di sana sebagai direktur teknik," ujar Tommy yang sempat menjabat sebagai Manager Racing Suzuki dan kini sebagai Event Manager Suzuki.
Om Chia menurutnya merupakan salah satu suhu di bidang korek-mengorek mesin.
"Sampai akhir hayatnya beliau masih intens mengikuti perkembangan mesin," ujarnya.
Dari anak-anak Om Chia, menurut Tommy ada satu yang mengikuti jejak ayahnya dalam mengorek mesin yakni putra ke-4 Ferdinand.
Jenazah Om Chia Kamis 6 Mei 2010 besok rencananya akan diterbangkan ke Jakarta, dan disemayamkan di Rumah Duka RS Gatot Soebroto dan hari Minggu dimakamkan di San Diego Hills.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes